TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dari Hobi Jadi Prestasi, Febby Rastanty Kantongi Tiga Medali World Marathon Majors

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 29 Juli 2026 | 06:46 WIB
Febby Rastanty sukses meraih tiga medali World Marathon Majors dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Foto : Ist
Febby Rastanty sukses meraih tiga medali World Marathon Majors dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Foto : Ist

JAKARTA – Kegigihan dan konsistensi akhirnya mengantarkan Febby Rastanty menorehkan prestasi membanggakan di dunia lari. Aktris berusia 30 tahun itu berhasil mengoleksi tiga medali World Marathon Majors dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.


Perjalanan tersebut bermula dari keinginannya mencari olahraga yang fleksibel di tengah jadwal syuting yang padat dan berubah-ubah. Lari menjadi pilihan karena dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menyesuaikan waktu dengan orang lain.


"Kalau lari, jam berapa pun dan di mana pun aku bisa," ujar Febby usai mengikuti Head & Shoulders Super Cool Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.


Menurut Febby, berlari hanya membutuhkan sepatu dan pakaian olahraga. Berbeda dengan olahraga seperti padel yang memerlukan lawan bermain dan penyesuaian jadwal dengan beberapa orang.


Kesibukan sebagai aktris membuatnya sulit berkomitmen dengan waktu orang lain. Karena itu, lari menjadi aktivitas yang paling sesuai dengan rutinitasnya.
"Lari jadi me time buat aku. Sambil dengar musik atau podcast, pikiran jadi lebih segar dan energi kembali terisi," katanya.


Meski sudah rutin jogging sejak duduk di bangku kuliah, Febby baru mulai serius mengikuti ajang marathon pada 2023 setelah mendapat dorongan dari sang suami, Drajad Djumantara.


Kini, tiga medali marathon dunia telah berada dalam koleksinya. Namun, pencapaian tersebut bukan menjadi garis akhir. Febby tengah mempersiapkan diri menghadapi Sydney Marathon yang akan berlangsung pada akhir Agustus mendatang.


Ajang lari 10 kilometer di GBK dimanfaatkannya sebagai bagian dari program latihan. Menurutnya, setiap perlombaan selalu dijalani dengan persiapan maksimal tanpa memaksakan diri.


Marathon, lanjut Febby, membutuhkan latihan yang matang, mulai dari meningkatkan jarak tempuh, menjaga asupan nutrisi, menghindari cedera, hingga beradaptasi dengan kondisi cuaca di Sydney yang berbeda dengan Jakarta.


Tak hanya kebugaran tubuh, Febby juga memperhatikan kesehatan rambut dan kulit kepala agar tetap nyaman saat berlari.


"Kalau lagi bad hair day pasti ngaruh ke mood waktu lari. Makanya kesehatan kulit kepala juga harus dijaga," ujarnya.
Bagi Febby, kebiasaan menjaga konsistensi melalui langkah-langkah kecil menjadi kunci yang membawanya menaklukkan berbagai ajang marathon bergengsi dunia.


"Lari paling cocok dengan keseharianku. Bisa dilakukan kapan saja, sendiri, dan selalu jadi cara untuk recharge diri," tutupnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit