TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bencana Kekeringan Di Lebak Semakin Meluas

Bantuan Air Bersih Masih Andalkan PDAM

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 | 09:00 WIB
BEREBUT AIR BERSIH. Puluhan warga di Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, sedang berebut bantuan air bersih yang disalurkan Tagana Lebak, Minggu (19/7). (DOK. TANGSEL POS)
BEREBUT AIR BERSIH. Puluhan warga di Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, sedang berebut bantuan air bersih yang disalurkan Tagana Lebak, Minggu (19/7). (DOK. TANGSEL POS)

LEBAK - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, telah mencatat dari 28 kecamatan, ada sebanyak sembilan kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lebak telah terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

 

Sembilan kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Wanasalam, Leuwidamar, Cilograng, Sajira, Maja, Cipanas, Warunggunung, Cibadak, dan Kecamatan Rangkasbitung.

 

Sebelumnya, bencana kekeringan hanya di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Wanasalam, Sajira, Curugbitung, Cimarga, Warunggunung, Leuwidamar, dan Kecamatan Cilograng.

 

Sedangkan, puncak musim kemarau di Kabupaten Lebak, diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.


Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM) Lebak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

 

“Dari PDAM, kita kerja sama dengan PDAM. Bukan dari Sungai Ciujung, karena kalau dari Ciujung airnya tidak bersih,” kata Sukanta saat dihubungi via WhatsApp (WA), Rabu (28/7).

 

Selain itu kata Kepala BPBD Lebak, untuk wilayah Lebak bagian selatan, pihaknya telah mengambil pasokan air bersih dari Bayah Dua, Kecamatan Bayah. “Kita mengambil air dari Bayah Dua, saya lupa nama lokasi tepatnya,” katanya.

 

Ia mengaku, hingga saat ini BPBD Lebak belum berkoordinasi dengan pengelola Bendungan Karian, terkait pemanfaatan air untuk kebutuhan distribusi.


“Kita masih memiliki pasokan air yang cukup. Cuma memang kami belum konfirmasi ke Bendungan Karian. Seharusnya untuk wilayah Sajira dan Cipanas sumber airnya dari Karian,” katanya lagi.


Sukanta menambahkan, saat ini BPBD Kabupaten Lebak hanya memiliki tiga unit mobil tangki air. Dari jumlah tersebut, hanya dua unit yang dapat dioperasikan, sedangkan satu unit lainnya masih menjalani perbaikan.

 

Menurutnya, idealnya BPBD memiliki lima unit mobil tangki agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara optimal.


“Mobil tangki yang bisa beroperasi hanya dua unit, satu unit masih diservis. Idealnya dua armada ditempatkan di wilayah selatan, satu armada di wilayah tengah, dan dua armada di wilayah pusat,” katanya.

 

Sebelumnya diberitakan, Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, tengah mencatat ada sebanyak tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Lebak, tengah dilanda bencana krisis air bersih akibat musim kemarau yang memicu kekeringan.

 

Adapun tujuh kecamatan yang terdampak musim kemarau yang mengakibatkan krisis air bersih, yakni Kecamatan Wanasalam, Sajira, Curugbitung, Cimarga, Warunggunung, Leuwidamar, dan Kecamatan Cilograng.

 

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menerima sebanyak 11 desa yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih.

 

Sebelas desa tersebut, yakni Desa Cibuah, Pasir Tangkil, Lebak Asih, Sukajaya, Mekarsari, Sangkanmanik, Muara, Sukarendah, Jalupang Mulya, Gunung Batu, dan Desa Cikatomas.


“Dari wilayah yang mengalami kekeringan, saat ini sudah ada 11 desa yang mengajukan bantuan air bersih,” kata Febby saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (26/7).

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit