TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Api Dari Pembakaran Sampah Hanguskan Lapak Di Buaran

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45 WIB
KEBAKARAN. Petugas saat berusaha memadamkan api pada salah satu lapak di Gang Rais, Buaran, Serpong.
KEBAKARAN. Petugas saat berusaha memadamkan api pada salah satu lapak di Gang Rais, Buaran, Serpong.

SERPONG-Kebakaran landa sebuah lapak di Jalan Gang Rais, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Selasa (28/7) sore. Peristiwa itu diduga akibat aktivitas pembakaran sampah yang kemudian ditinggal hingga api membesar.

 

 Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Omay Komarudin mengatakan, dugaan sementara kebakaran bermula dari tumpukan sampah yang dibakar di lokasi.

 

 "Awalnya memang api dari tumpukan sampah. Kalau kata orang sini, nabun sampah, terus ditinggal, akhirnya merambat. Ditambah faktor angin kencang, sehingga api cepat membesar," ujar Omay saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).

 

 Menurutnya, luas area yang terbakar sekitar 300 meter persegi. Meski tidak terlalu luas, kobaran api membesar akibat cuaca panas dan embusan angin yang cukup kencang.

 

 "Luas areanya sekitar 300 meter persegi. Tapi memang apinya besar karena angin, pas lagi panas-panasnya," katanya.

 

 Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 17:15 WIB. Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari tujuh jam, hingga api benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 00:30 WIB pada Rabu (29/7) dini hari. Sebanyak 28 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut.

 

 Omay menjelaskan, lamanya proses pemadaman disebabkan bara api berada di bawah timbunan sampah dan puing-puing sehingga sulit dijangkau. Petugas bahkan harus menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk mengurai tumpukan material agar api benar-benar padam.

 

 "Karena timbunannya harus diurai pakai beko. Di area itu juga ada tumpukan puing. Api seperti berada di bawah permukaan tanah, apalagi kondisinya sedang kering. Kalau tidak diurai, memang sulit dipadamkan," jelasnya.

 

 Setelah dilakukan pendinginan, api dipastikan telah padam total dan tidak kembali muncul. "Alhamdulillah setelah dinyatakan padam, api sudah tidak muncul kembali. Tadi saya cek ke lokasi, Alhamdulillah aman dan terkendali," ungkapnya.

 

 Ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat musim kemarau ketika kondisi lingkungan sangat mudah terbakar.

 

 "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Jangan juga membuang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu kebakaran. Seperti beberapa waktu lalu, alang-alang juga sempat terbakar," pungkasnya.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit