Talkshow Stop Tawuran, Ajak Pelajar Ubah Emosi Jadi Prestasi
CIPUTAT-Upaya mencegah aksi tawuran di kalangan pelajar terus dilakukan melalui pendekatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui talkshow bertajuk “Stop Tawuran: Dari Emosi Menuju Prestasi” dengan tema “Belajar Nyaman, Bangun Prestasi dan Jaga Persaudaraan.”
Kegiatan yang digelar pada Rabu (29/7) ini menghadirkan ratusan pelajar yang diajak memahami pentingnya mengendalikan emosi, memperkuat persaudaraan, serta membangun budaya dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan di lingkungan sekolah.
Empat narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni beberapa tokoh pemuda seperti Nur Hafiz Kholis Fidon, Asep Saifulloh, Hidayatullah, dan Gabriel Miracle. Mereka menyampaikan berbagai perspektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Dalam pemaparannya, Nur Hafiz Kholis Fidon mengajak para pelajar untuk tidak mudah terpancing emosi yang dapat berujung pada tindakan merugikan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran generasi muda agar menjauhi segala bentuk kekerasan dan lebih memilih meraih prestasi sebagai bekal masa depan,” ujar Fidon.
Menurutnya, setiap pelajar memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan positif, seperti organisasi, olahraga, seni, maupun berbagai kompetisi yang mampu meningkatkan kemampuan sekaligus membentuk karakter.
Ia menambahkan, pelajar juga diharapkan mampu menjadi pelopor perdamaian di sekolah dengan mengedepankan komunikasi yang baik dan menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah.
Menjelang akhir sesi, suasana talk show semakin semarak ketika Fidon menutup penyampaiannya dengan sebuah pantun yang langsung disambut antusias oleh para peserta.
“Jalan-jalan ke Kota Tangsel, singgah sebentar ke Kampung Utan. Daripada kita tawuran, lebih baik jalin persaudaraan,” ucap Fidon yang kemudian dijawab serempak oleh peserta dengan tepuk tangan meriah.
Sementara, Asep Saifulloh menegaskan, bahwa tawuran tidak pernah menjadi jalan keluar dari setiap persoalan yang dihadapi para pelajar.
“Konflik yang berawal dari ejekan, kesalahpahaman, atau emosi sesaat justru dapat berujung pada tindak kekerasan yang merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, bahkan masyarakat,” kata Asep.
Hal senada disampaikan Hidayatullah. Ia mengajak seluruh pelajar membangun komitmen bersama untuk menghentikan budaya tawuran dan menggantinya dengan semangat berprestasi.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan. Persaudaraan, saling menghormati, dan semangat meraih prestasi merupakan fondasi penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter. Tawuran bukan solusi, prestasi adalah jalan menuju masa depan,” tegas Hidayatullah.
Di sisi lain, Gabriel Miracle berharap kegiatan seperti ini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para pelajar di Kota Tangsel.
“Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, para pelajar semakin termotivasi menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah dan mampu membuktikan bahwa prestasi jauh lebih membanggakan daripada tawuran,” tutup Gabriel.(dra)
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



