TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kecanduan Judol Hancurkan Hidup Buruh Banten, Ada yang Terlilit Utang hingga Rp 1 Miliar Lebih

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 30 Juli 2026 | 15:50 WIB
Ilustrasi. Foto ; Ist
Ilustrasi. Foto ; Ist

SERANG – Organisasi buruh bersama Polda Banten mengingatkan bahaya judi online (judol) yang dapat menghancurkan kehidupan pekerja. Bahkan, seorang buruh di Kota Cilegon dilaporkan terlilit utang hingga lebih dari Rp1 miliar akibat kecanduan bermain judol.


Peringatan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi literasi digital yang digelar Polda Banten bersama Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) di Kota Serang, Kamis (30/7/2026).


Ketua PD FSP KEP SPSI Banten, Imam Baihaqi, mengungkapkan praktik judi online masih ditemukan di lingkungan industri. Menurutnya, ada buruh yang awalnya meraih kemenangan saat bermain judol, namun terus menambah modal hingga akhirnya terjerat utang.


"Di Cilegon ada yang pinjamannya sampai miliaran rupiah. Awalnya menang judi online, kemudian modal terus ditambah. Saat sudah terdesak, akhirnya beralih ke pinjaman online," ujar Imam.


Kondisi tersebut berdampak pada dunia kerja. Karena tidak mampu melunasi utang, pihak pemberi pinjaman terus menghubungi bahkan mendatangi perusahaan tempat buruh tersebut bekerja.


"Telepon dari pemberi pinjaman terus masuk hingga mereka datang ke pabrik. Karena mengganggu operasional dan bukan menjadi tanggung jawab perusahaan, akhirnya pekerja tersebut di-PHK," katanya.


Imam menambahkan, tidak sedikit buruh yang kehilangan semangat bekerja karena gajinya habis untuk membayar cicilan dan bunga pinjaman. Akibatnya, kebutuhan keluarga pun terabaikan.
"Kalau gaji habis untuk bayar utang, tidak ada lagi yang bisa dibawa pulang untuk anak dan istri. Kondisi seperti ini akhirnya memengaruhi semangat kerja," ujarnya.


Sementara itu, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Andi Setio Wibowo mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran buruh terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, mulai dari phishing, akun palsu, pinjaman online ilegal, judi online ilegal, hingga penyebaran hoaks.


"Kami ingin memberikan pemahaman kepada rekan-rekan pekerja bahwa kejahatan siber semakin marak dan harus diantisipasi oleh setiap individu," kata Andi.


Ia berharap para buruh dapat menjadi agen literasi digital di lingkungan keluarga maupun masyarakat agar semakin banyak orang terhindar dari kejahatan siber.


Andi juga menegaskan bahwa kejahatan siber tidak mengenal latar belakang korban.


"Semua orang yang menggunakan telepon seluler dan media sosial merupakan kelompok yang rentan menjadi korban kejahatan siber," tegasnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit