Kekeringan Di Keranggan Paling Parah, Tersebar Di 11 Titik
SETU-Hingga 7 Agustus 2026, tercatat 13 titik kekeringan di tiga kelurahan di Tangsel yang membutuhkan pasokan air bersih. Kekeringan yang terjadi di Keranggan, Kecamatan Setu menjadi paling parah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) periode 8 Juli hingga 7 Agustus 2026, wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Setu dan Serpong. Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan titik kekeringan terbanyak, yakni berada di Kelurahan Keranggan dan Kademangan.
Di Kelurahan Keranggan terdapat 11 titik yang terdampak kekeringan dengan total 287 kepala keluarga (KK) dan 1.076 jiwa. Titik tersebut meliputi Kampung Koceak RT 002/RW 001 sebanyak 30 KK, Kampung Koceak RT 004/RW 002 terdapat 40 KK, serta Kampung Momonggor RT 001/RW 001 ada 30 KK.
Selanjutnya, Kampung Keranggan RT 013/RW 005 sebanyak 20 KK, Kampung Koceak RT 003/RW 001 22 KK, Kampung Koceak RT 006/RW 002 ada 40 KK, dan Kampung Koceak RT 005/RW 002 sekitar 20 KK.
Kemudian di Kampung Keranggan RT 012/RW 005 sebanyak 25 KK, Villa Bintang Mas RT 009/RW 005 ada 20 KK, Kampung Keranggan RT 009/RW 005 sebanyak 25 KK, serta Kampung Keranggan RT 011/RW 005 sebanyak 15 KK.
Adapun di Kecamatan Serpong, satu titik kekeringan tercatat berada di RT 006/RW 004, Kelurahan Serpong, dengan jumlah penerima mencapai 30 KK.
Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, distribusi air bersih dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan.
Essa mengatakan, distribusi air bersih dilakukan setiap hari dengan jumlah yang menyesuaikan kebutuhan di lapangan. “Rata-rata per hari kita distribusi ke masyarakat sekitar 20.000 sampai 30.000 liter air,” kata Essa saat dikonfirmasi, Senin (10/8).
Dengan pola distribusi tersebut, total bantuan air bersih yang telah disalurkan BPBD Tangsel hingga saat ini mencapai 281.150 liter. “Total sampai saat ini kita sudah distribusi 281.150 liter,” ujarnya.
BPBD memastikan penyaluran air bersih terus dilakukan selama masih terdapat masyarakat yang membutuhkan. Distribusi dilakukan berdasarkan laporan dan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.
Dari total 13 titik tersebut, kawasan Keranggan menjadi wilayah dengan konsentrasi kekeringan paling parah. Kondisi ini membuat pasokan air bersih harus dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan warga.
BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Tangsel. Penyaluran air bersih menjadi langkah penanganan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air mengalami keterbatasan.
Sementara, di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu terdapat satu titik distribusi, yakni UPTD SDN Kademangan 02. Bantuan air di lokasi tersebut diperuntukkan bagi sekitar 478 jiwa yang terdiri dari guru dan siswa.(rmn)
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




