TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jalan Penghubung Kecamatan Patia dan Kecamatan Sukaresmi di Desa Surianeun Rusak Parah

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:54 WIB
Kondisi jalan penghubung Kecamatan Patia dengan Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, sepanjang 500 meter yang berlokasi di Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, dalam kondisi rusak, Rabu (12/6/2026).(Istimewa)
Kondisi jalan penghubung Kecamatan Patia dengan Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, sepanjang 500 meter yang berlokasi di Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, dalam kondisi rusak, Rabu (12/6/2026).(Istimewa)

PANDEGLANG - Jalan penghubung Kecamatan Patia dengan Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, sepanjang 500 meter yang berlokasi di Desa Surianeun, Kecamatan Sukaresmi sejak beberapa tahun terakhir kondisinya dibiarkan rusak. Akses jalan yang berada di sekitar lokasi pertanian padi dengan hamparan 350 hektare ini cukup sulit dilalui oleh warga, terutama kendaraan bermotor karena bergelombang, berbatu dan tidak memiliki lapisan aspal atau beton.

 

Kepala Desa Weru, Herman Fatoni mengatakan, jalan tersebut ketika memasuki musim hujan mirip kubangan kerbau. Kata dia, jalan tersebut bukan hanya akses menuju Desa Weru tetapi juga merupakan akses distribusi sarana produksi dan hasil pertanian padi masyarakat, sehingga para petani dan warga Desa Weru sangat tergantung terhadap jalan tersebut.

 

“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Kami tak bisa melakukan apa-apa karena secara kewilayahan, masuk Desa Surianen, Kecamatan Patia,” ujar Herman, Rabu (12/8/2026).

 

Ia mengaku, sudah mengajukan agar jalan tersebut dilakukan perbaikan, baik kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui progam Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), namun belum mendapat informasi yang positif.

 

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan penyuluh pertanian agar jalan tersebut dimasukkan dalam program JUT (Jalan Usaha Tani, red) Kementerian Pertanian, tapi tampaknya belum mendapatkan respons positif dari pihak penyuluh, dengan alasan repot,” ungkap Herman.

 

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Tanti Yulianti mengaku, akan segera mengecek dan mengkomunikasikan dengan penyuluh pertanian agar segera merespons kebutuhan masyarakat. “Saya lagi Diklat, tapi akan saya komunikasikan dengan penyuluh dan camatnya agar usulan bisa direspons dan dipenuhi segala syarat-syaratnya," tegas Tanti.

 

Senada disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni. Ia juga akan segera mengecek lokasi dan kondisi jalan tersebut. Jika data terhadap kondisinya sudah lengkap, akan dilakukan kajian untuk menentukan perbaikannya. “Secara kewenangan, pihak kami bisa menanganinya, namun melalui perencanaan yang baik. Semoga jalan ini bisa masuk program kami, dan bisa segera kami perbaiki,” tukasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit