TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Cerita dan Pengalaman Seru Fahira, Petugas Termuda Pengibaran Bendera Raksasa di Situ Gintung

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB
Fahira S. Qitarah, petugas termuda pengibaran Bendera Merah Putih raksasa di Danau Situ Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Senin (17/8). (tangselpos.id/rmn)
Fahira S. Qitarah, petugas termuda pengibaran Bendera Merah Putih raksasa di Danau Situ Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Senin (17/8). (tangselpos.id/rmn)

CIPUTAT TIMUR — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tangerang Selatan berlangsung semarak. Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian digelar Komunitas Potensi SAR Kota Tangsel melalui pengibaran Bendera Merah Putih raksasa di Danau Situ Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Senin (17/8).

 

Pengibaran bendera berukuran raksasa itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri hingga puluhan komunitas dan kelompok masyarakat. Di antara para peserta yang terlibat, terdapat sosok remaja yang menjadi petugas termuda, yakni Fahira S. Qitarah.

 

Fahira yang baru berusia 14 tahun merupakan siswi kelas X di salah satu SMK Negeri di Kota Tangerang Selatan. Meski masih tergolong remaja, ia berani mengambil bagian dalam kegiatan yang membutuhkan kekompakan, kedisiplinan, fokus serta kekuatan fisik.

 

Bagi Fahira, keterlibatannya dalam pengibaran bendera raksasa bukan karena dorongan orang lain. Keputusan tersebut muncul dari keinginannya sendiri karena ia menganggap kegiatan tersebut sebagai tantangan sekaligus kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru.

 

“Saya suka aja. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Ini murni dari keinginan hati saya,” ungkap Fahira.

 

Ia mengaku pengalaman mengikuti pengibaran bendera raksasa di Situ Gintung menjadi momen yang membahagiakan sekaligus membanggakan bagi dirinya dan keluarga. Terlebih, kegiatan tersebut mempertemukannya dengan banyak orang dari berbagai komunitas, baik dari Tangsel maupun luar daerah.

 

“Pengalaman yang sangat membahagiakan dan kebanggaan untuk saya dan keluarga. Bisa bergabung dan bertemu dengan kawan-kawan yang hebat luar biasa dari Tangsel dan luar Tangsel,” tuturnya.

 

 

Menurut Fahira, tantangan selama mengikuti kegiatan tersebut adalah menjaga kekompakan dan disiplin seluruh peserta. Fokus juga menjadi hal penting agar setiap tahapan pengibaran bendera dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kondisi fisik harus cukup kuat untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

 

“Tantangannya harus kompak, disiplin, dan fokus, kuat fisik juga. Alhamdulillah tidak ada rasa takut sedikitpun,” kata Fahira.

 

Lebih dari sekadar mengikuti kegiatan peringatan kemerdekaan, pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran berharga bagi Fahira mengenai pentingnya menjaga jiwa nasionalisme dan patriotisme.

 

Ia merasa mendapatkan pengalaman berharga karena bisa bergabung dan berjuang bersama para anggota Potensi SAR, polisi udara serta berbagai kelompok masyarakat lainnya yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

 

“Pelajaran berharganya bahwa jiwa nasionalisme dan patriotisme harus kita pelihara dengan tanpa batasan waktu. Pelajaran berharga bisa ikut bergabung bersama, berjuang bersama dengan kawan-kawan potensi, polisi udara, dan banyak lagi kelompok-kelompok masyarakat lain yang tergabung bersama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dini Nurlianti, orang tua Fahira, mengatakan keputusan untuk mengikuti kegiatan tersebut sepenuhnya berasal dari sang anak. Sebagai orang tua, dirinya hanya memberikan dukungan selama aktivitas yang dipilih Fahira memberikan pengalaman positif.

 

“Dia sendiri yang mau, bukan saya yang menyuruh. Kemauan dia sendiri. Saya sebagai orang tua tentunya mensupport apa yang menjadi keinginan anak, asalkan arahnya baik,” ujar Dini.

 

Kehadiran Fahira sebagai petugas termuda menjadi warna tersendiri dalam pengibaran Bendera Merah Putih raksasa di Situ Gintung. Keterlibatannya menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya menjadi milik orang dewasa, tetapi juga dapat diwujudkan generasi muda melalui keberanian untuk mengambil bagian dalam kegiatan positif di tengah masyarakat.

 

Bagi Fahira, pengalaman tersebut menjadi cerita yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membawa pesan penting tentang kebersamaan, kedisiplinan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Semangat nasionalisme dan patriotisme yang ia rasakan bersama para peserta diharapkan terus tumbuh dan terjaga tanpa mengenal batas usia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit