TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bupati Tangerang Targetkan Program Aspontren dan Sanitren Tuntas dalam Tiga Tahun

Oleh: Rudi AE
Editor: AY
Selasa, 08 September 2026 | 12:32 WIB
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat membuka kegiatan fasilitasi pelaksanaan bantuan program Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Selasa (8/9/2026). Foto : Humas Kab. Tangerang
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat membuka kegiatan fasilitasi pelaksanaan bantuan program Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Selasa (8/9/2026). Foto : Humas Kab. Tangerang

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen menuntaskan program Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi berbasis Pesantren (Sanitren) bagi sekitar 1.100 pondok pesantren di Kabupaten Tangerang dalam tiga tahun ke depan.


Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat membuka kegiatan fasilitasi pelaksanaan bantuan program Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Selasa (8/9/2026).


Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang akan terus meningkatkan jumlah penerima manfaat setiap tahunnya. Dengan demikian, seluruh pondok pesantren yang membutuhkan bantuan dapat terakomodasi secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.


"Kita ingin tuntaskan 1.100 yang mendapatkan program Sanitasi Pondok Pesantren dan juga program Asrama Pondok Pesantren. Jadi nanti untuk tahun 2027 ditambah lagi, saya ingin tiga tahun ke depan itu tuntas semuanya atau jangan terlalu banyak sisanya," kata Maesyal.


Dia menjelaskan, pada 2025 sebanyak 75 pondok pesantren telah menerima bantuan program Aspontren. Jumlah tersebut kemudian meningkat dua kali lipat menjadi 150 penerima manfaat pada 2026.


Menurut Maesyal, peningkatan bantuan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pondok pesantren. Pembangunan asrama dan fasilitas sanitasi diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan sehat bagi para santri.


"Tahun 2025 sudah kita bangunkan asrama pondok pesantren sebanyak 75 dan sanitasinya juga sudah kita bangunkan dulu. Sekarang kita bangunkan pondok pesantren asramanya sebanyak 150, naik dua kali lipat dari tahun lalu," ujarnya.


Maesyal mengatakan, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 1.100. Karena itu, pemerintah daerah akan kembali meningkatkan jumlah penerima bantuan pada 2027 dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.


"Insyaallah mohon doanya dari para kiai dan para ulama, nanti 2027 kita tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100," katanya.


Dia menegaskan, program Aspontren dan Sanitren bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya Pemkab Tangerang meningkatkan kualitas pendidikan pesantren sekaligus sumber daya manusia, khususnya para santri.


Program tersebut diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih layak sehingga para santri semakin bersemangat menuntut ilmu, memiliki kemandirian, serta mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, umat, dan bangsa.


"Program yang muncul dari ide Pak Zaki ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan. Asrama dan Sanitren ini penting sekali kita perbaiki, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri-santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustadz, para ustadzah yang ada di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.


Selain pembangunan sarana fisik, Maesyal juga meminta para kiai, pimpinan, dan pengurus pondok pesantren terus memperkuat pembinaan terhadap para santri. Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga mampu hidup mandiri dan berkontribusi di tengah masyarakat.


"Kepada para kiai, para pimpinan pondok pesantren untuk terus membina umat dan santrinya, supaya bisa mandiri dan semangat belajarnya. Santri itu adalah pimpinan kita yang akan datang, khususnya dalam membimbing, membina umat serta melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas para kiai, ustadz dan para ustadzah," tandasnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit