DPRD Minta Penanganan ISPA Diperluas Ke Kelurahan
Lonjakan kasus ISPA menjadi perhatian DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Komisi II DPRD Tangsel meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel tidak hanya mengandalkan penanganan di tingkat kota, tetapi memperkuat langkah pencegahan hingga wilayah kecamatan dan kelurahan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ricky Yuanda Bastian mengapresiasi langkah Pemkot Tangsel yang telah membagikan masker kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mengurangi risiko penularan penyakit saluran pernapasan di saat adanya sebaran abu vulkanik.
“Saya melihat memang Pemkot sudah membagikan masker kepada masyarakat. Tapi yang jelas, satu sisi kita apresiasi dengan pembagian masker,” ujar Ricky, Kamis (10/9).
Menurutnya, pembagian masker perlu diikuti dengan langkah yang lebih masif di lapangan. Pemerintah diminta meningkatkan upaya pencegahan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar edukasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Saat ini diperlukan adanya eskalasi tingkat kecamatan dan kelurahan,” katanya.
Ricky juga menyoroti langkah Pemkot Tangsel dalam mengurangi debu abu vulkanik di sejumlah ruas jalan. Penyiraman jalan dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan, terutama di tengah meningkatnya kasus gangguan pernapasan.
"Jalan juga sudah disiram. Kaitannya dengan imbauan dari Pemkot, saya harap kampanyenya lebih gencar lagi untuk mengkampanyekan berperilaku sehat, pakai masker di luar ruangan,” ucapnya.
Ia menilai kampanye kesehatan harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya ketika terjadi peningkatan kasus. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang mudah dipahami mengenai langkah pencegahan penyakit saluran pernapasan.
Selain upaya pencegahan di masyarakat, Ricky meminta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan turut diperkuat. Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya perlu memastikan kemampuan pelayanan tetap memadai apabila jumlah pasien mengalami peningkatan.
“Pada fasilitas kesehatan yang ada juga harus selalu siap. Sudah mulai bersiap agar tidak terjadi lonjakan ini,” tegasnya.
Menurut Ricky, kesiapsiagaan tersebut penting untuk mengantisipasi apabila peningkatan kasus terus berlanjut. Pemerintah di tingkat kota hingga kelurahan dinilai perlu memiliki langkah yang terkoordinasi dalam menghadapi perkembangan kasus ISPA.
Dengan penguatan edukasi, penggunaan masker saat diperlukan, pengendalian debu serta kesiapan fasilitas kesehatan, ia berharap peningkatan kasus ISPA di Tangsel dapat ditekan dan masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan lingkungan maupun diri sendiri.
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tangsel mencapai 148.370 kasus sepanjang 2026 hingga pekan ke-35. Angka tersebut menjadi perhatian lantaran jumlah kasus kembali menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, peningkatan kasus masih terjadi hingga memasuki pekan ke-35. Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan perlu terus diperkuat.
Pada pekan ke-35, jumlah kasus ISPA yang tercatat mencapai 5.802 kasus. Angka mingguan tersebut turut berkontribusi terhadap total kasus ISPA yang telah mencapai 148.370 kasus sepanjang 2026 hingga periode tersebut.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 10 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu






