TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Wapres Gibran Tinjau Karhutla di 3 Provinsi Kalimantan, OMC Diminta Dimaksimalkan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 11 September 2026 | 11:20 WIB
Wapres Gibran saat kunjungan karhutla di Kalimantan. Foto : Ist
Wapres Gibran saat kunjungan karhutla di Kalimantan. Foto : Ist

KALIMANTAN — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan, Kamis (10/9/2026). Di tengah kondisi udara yang masih diselimuti asap, Gibran meminta penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dimaksimalkan.


Tiga provinsi yang menjadi lokasi peninjauan Gibran yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.


Gibran memulai kunjungan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pesawat kepresidenan yang membawanya dari Jakarta sempat harus berputar dua kali sebelum mendarat di Bandara Tjilik Riwut karena jarak pandang terbatas akibat asap.


Setibanya di Palangkaraya, Gibran meninjau SDN 2 Petuk Katimpun. Ia menyapa para siswa yang mengenakan masker dan mengingatkan mereka agar tetap menggunakannya.


“Maskernya tetap dipakai ya,” pesan Gibran kepada para siswa.


Melihat kondisi udara yang belum membaik, Gibran meminta pemerintah daerah dan pihak sekolah mengutamakan kesehatan anak-anak. Aktivitas belajar-mengajar juga diminta disesuaikan dengan kondisi udara dan dikoordinasikan bersama orang tua guna mencegah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


Dari Kalimantan Tengah, Gibran melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dari pantauan udara, terlihat sejumlah lahan yang menghitam akibat terbakar.


Rombongan kemudian menuju Posko Penanggulangan Karhutla. Di lokasi tersebut, Gibran menerima laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengenai perkembangan penanganan karhutla.


Gibran selanjutnya meninjau proses pemadaman di Banjarbaru. Salah satu teknologi yang diperkenalkan yakni penggunaan surfaktan ramah lingkungan untuk membantu memadamkan api di lahan gambut.


Formulasi tersebut diaplikasikan dengan menyuntikkan air ke dalam lahan gambut hingga menghasilkan busa di permukaan. Metode ini ditujukan untuk mempercepat proses pendinginan sekaligus memadamkan bara yang berada di bawah permukaan dengan penggunaan air yang lebih efisien.


Hasil pengujian menggunakan drone thermal menunjukkan suhu area gambut yang sebelumnya mencapai sekitar 130 derajat Celsius dapat turun menjadi sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu kurang lebih satu menit setelah formulasi diaplikasikan.


Dalam arahannya di posko, Gibran menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman titik api. Keselamatan dan kesehatan masyarakat, perlindungan satwa, serta kelestarian habitat juga harus menjadi perhatian.


Ia meminta kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, mendapat perlindungan khusus selama kondisi darurat berlangsung.


“Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik,” tegas Gibran.


Gibran juga meminta BNPB memaksimalkan OMC untuk membantu mendatangkan hujan di wilayah terdampak. Menurutnya, kondisi udara di sejumlah kawasan Kalimantan belum sepenuhnya pulih sehingga diperlukan langkah maksimal untuk mempercepat pemulihan.


“Saya kira kita tetap harus memaksimalkan modifikasi cuaca,” ujarnya.


Gibran turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan karena kualitas udara belum sepenuhnya kembali normal. Ia memastikan pemerintah terus berupaya melakukan penanganan sesuai arahan Presiden.
“Kita pastikan semuanya segera kembali pulih,” tegasnya.


Selain penanganan darurat, Gibran meminta kepolisian memperkuat penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan. Para kepala daerah juga diminta aktif turun ke lapangan dan memastikan setiap titik api segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut luas lahan terbakar secara nasional telah mencapai sekitar 72.000 hektare yang tersebar di enam provinsi.


Meski cukup luas, Suharyanto menilai angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode El Nino 2023. Namun, ia mengingatkan persoalan karhutla saat ini bukan hanya api, melainkan juga asap yang ditimbulkan.
“Asap ini yang mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan sampai mengganggu penerbangan,” kata Suharyanto.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit