Elektrifikasi KRL Rangkasbitung-Merak Disiapkan, Investasi Capai Rp1,29 Triliun
SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong elektrifikasi jalur kereta api Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak. Saat ini, Pemprov Banten menyiapkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) sebagai dasar pengusulan proyek kepada pemerintah pusat.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Endad Haryanto mengatakan, kajian tersebut mencakup aspek teknis, ekonomi dan finansial, lingkungan, serta kelembagaan.
“Tujuan utama studi ini adalah menyiapkan dokumen kelayakan dari berbagai aspek sebagai dokumen kesiapan yang disyaratkan pemerintah pusat, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,” kata Endad, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan kajian sementara, rencana elektrifikasi Rangkasbitung-Merak dinilai memenuhi aspek kelayakan. Kebutuhan investasi proyek diperkirakan mencapai Rp1,29 triliun, dengan economic internal rate of return (EIRR) di atas 10 persen.
“Pengembangan elektrifikasi jalur kereta api Rangkasbitung-Merak membutuhkan biaya investasi sekitar Rp1,29 triliun. Pengembangan elektrifikasi tersebut memberikan tingkat kelayakan ekonomi yang cukup baik, dengan nilai EIRR di atas 10 persen,” ujarnya.
Selain meningkatkan efisiensi layanan, elektrifikasi juga diproyeksikan meningkatkan kapasitas angkut penumpang. Kapasitas perjalanan kereta di lintasan tersebut diperkirakan naik dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang per hari.
Saat ini, Commuter Line Rangkasbitung-Merak masih menggunakan kereta yang ditarik lokomotif. Karena itu, elektrifikasi diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan layanan kereta komuter di Banten.
Pemprov Banten mengusulkan pembangunan dilakukan bertahap. Tahap awal dapat dimulai dari lintasan Rangkasbitung-Serang, kemudian dilanjutkan hingga Cilegon dan Merak.
Pemprov Banten juga berharap proyek elektrifikasi dapat berjalan beriringan dengan rencana pembangunan jalur ganda (double track) Rangkasbitung-Merak yang diprogramkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian hingga 2029.
“Kami berharap pengembangan elektrifikasi jalur kereta api Rangkasbitung-Merak dapat diintegrasikan dengan pembangunan jalur kereta api ganda Rangkasbitung-Merak yang telah direncanakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian hingga 2029,” kata Endad.
Jika terealisasi, elektrifikasi tersebut akan membuka peluang perpanjangan layanan KRL Commuter Line dari Tanah Abang-Rangkasbitung hingga Serang, Cilegon, dan Merak.
“Dengan terbangunnya elektrifikasi jalur kereta api Rangkasbitung-Merak, layanan operasional KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung dapat diperpanjang hingga Serang, Cilegon, dan Merak,” ujarnya.
Namun, proyek tersebut membutuhkan infrastruktur pendukung. Di antaranya fasilitas stabling atau tempat penyimpanan rangkaian kereta di Stasiun Rangkasbitung, serta rencana pembangunan stasiun baru dan fasilitas stabling KRL di kawasan Cihideung dan Cipocok Jaya/Banjaragung.
Pemprov Banten juga menyiapkan peningkatan fasilitas pelayanan penumpang dan integrasi antarmoda di setiap stasiun. Akses jalan menuju stasiun serta aspek keselamatan di perlintasan sebidang turut menjadi perhatian, termasuk penyediaan perlengkapan keselamatan dan petugas penjagaan.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 22 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu





