TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Waspada Bencana, Banten Mempunyai Kemiripan Topografi Dengan Cianjur

Oleh: AY/BNN
Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB
Apel Jambore relawan Banten. Foto : Istimewa
Apel Jambore relawan Banten. Foto : Istimewa

LEBAK  – Masyarakat Banten diimbau untuk tetap waspada, terhadap berbagai potensi terjadinya bencana alam seperti, gempa bumi yang beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kewaspadaan itu penting dilakukan, mengingat kondisi topografi beberapa daerah di Banten, mirip dengan kondisi di Cianjur.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana, seusai membuka acara Jambore Relawan Provinsi Banten, Selasa (29/11/2022) mengatakan, Kabupaten Lebak, Pandeglang dan juga Serang, mempunyai jenis topografi yang sama dengan Kabupaten Cianjur yakni pegunungan.

Topografi pegunungan itu, sangat diwaspadai, terutama pada saat terjadinya bencana gempa bumi.

“Dampak yang ditimbulkan dari daerah pegunungan, yang terdampak gempa bumi itu akan semakin banyak dan meluas, seperti longsor, pohon tumbang sampai banjir bandang. Sehingga, hal itu berpotensi menyebabkan korban jiwa dan materi yang lebih banyak,” ujarnya

Nana mengungkapkan, pada saat tejadi gempa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu dampak kerusakan rumah warga sampai dirasakan di Kecamatan Mandalawangi. Sama halnya dengan yang terjadi di Cianjur.

Atas hal itu, Nana mengimbau kepada masyarakat Banten, untuk senantiasa waspada dalam segala sector, selain kita juga selalu melakukan simulasi penanganan pasca bencana bersama instansi terkait guna mengukur kemampuan personil serta kekuatan peralatan yang ada.

“Simulasi tsunami sudah dilakukan bersama dengan TNI AL, Polair serta TNI AD, untuk mengukur kekuatan dan kesiapsiagaan kita baik personel maupun peralatan kita. Sehingga, bisa menutupi kekurangan kita,” ujarnya.

BPBD Banten sampai saat ini, sudah mengirimkan 20 personel untuk membantu masyarakat terdampak di sana, sampai 10 hari kedepan.

Penugasan itu bisa diperpanjang bisa juga dipercepat, sesuai dengan kondisi di sana.

Ada dua tim yang dibentuk, pertama tim logistik yang membantu pendataan kebutuhan logistik di seluruh masyarakat terdampak dan pendistribusiannya.

Kedua posko terpadu, ada kesehatan dan dapur umum di Kecamatan Pacet.

“Informasinya, ada warga Banten yang bermukim di sana yang juga terdampak, tapi tidak sampai ada korban jiwa hanya kerusakan rumah dan luka ringan,” ucapnya.

Sementara, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) dengan segala instrument yang dimilikinya tentu bisa memprediksi akan potensi bencana di masing-masing daerah.

Melalui mitigasi bencana yang dilakukan dengan maksimal, diharapkan itu juga bisa meminimalisir adanya korban jiwa pada saat terjadi bencana.

“Ramalan cuaca yang selalu di update oleh BMKG, harus menjadi perhatian kita semua agar bisa melakukan kewaspadaan sejak dini, baik itu kewaspadaan individu, rumah tangga maupun kelompok, atau bahkan kewaspadaan Pemda yang mempunyai kewajiban untuk mengantisipasi itu sebisa mungkin,” ujarnya.

Maka dari itu, apel kesiapsiagaan seperti ini harus terus digalakkan, tidak hanya di tingkat Provinsi tetapi juga sampai tingkat terkecil yakni tingkat desa.

“Kita sudah massifkan kegiatan ini, berjenjang dari yang terkecil,” imbuhnya.

Kepada para relawan yang terlibat, Al Muktabar, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi kemanusiaan yang begitu tinggi, yang diberikan oleh para relawan setiap terjadi bencana.

Negara sangat membutuhkan para relawan, Pemda dan juga masyarakat.

“Di situasi yang sulit itu, para relawan tampil lebih dulu dan mereka menjadi segala hal di sana, bahkan sampai nyawa sekalipun,” ucapnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo