TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Sudah Tiga Bulan Sampah Di Pasar Labuan Dibiarkan Menumpuk

Baunya Dikeluhkan Para Pedagang

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 22 September 2026 | 09:00 WIB
MENUMPUK DAN BAU. Kondisi sampah di kawasan Pasar Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, terlihat menumpuk dan mengeluarkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan para pedagang dan pembeli, Senin (21/9). (ISTIMEWA)
MENUMPUK DAN BAU. Kondisi sampah di kawasan Pasar Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, terlihat menumpuk dan mengeluarkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan para pedagang dan pembeli, Senin (21/9). (ISTIMEWA)

 

PANDEGLANG - Sampah di sejumlah titik kawasan Pasar Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, tengah dibiarkan menumpuk hingga mengeluarkan bau tak sedap. Kondisi itu telah dikeluhkan para pedagang, karena mengganggu kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang datang untuk berbelanja.

 

Menurut para pedagang, sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap, terutama ketika cuaca panas. Selain mengganggu aktivitas jual beli, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat mengurangi kenyamanan dan kebersihan lingkungan pasar.

 

“Ini sampah asalnya ya campur, dari masyarakat sekitar juga pedagang yang buang sampah ke sini,” ungkap Mahmud, salah seorang pedagang di Pasar Labuan, Senin (21/9).

 

Kata Mahmud, sudah sekitar tiga bulan sampah tersebut tidak diangkut oleh petugas kebersihan. “Ini sangat mengganggu sekali, apalagi pedagang-pedagang yang ada di dekat sampah ini. Baunya sangat menyengat sekali, kadang ada belatungnya dan pernafasan juga terganggu. Yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit,” keluhnya.

 

Senada, pedagang lainnya, Tini mengaku, sangat terganggu dengan tumpukan sampah tersebut, terlebih jualannya sepi pembeli dampak dari bau dari sampah tersebut.

 

“Pembeli juga enggan ke sini, karena baunya itu sangat menyengat sekali. Alhasil dagangan saya juga nggak laku,” keluh Tini.

 

Padahal, Tini dan pedagang lainnya kerap membayar uang kebersihan setiap harinya ke petugas.

 

“Setiap hari bayar, cuma saya mah semenjak sampah ini numpuk nggak bayar. Jadi kan buat apa bayar kalau sampahnya masih numpuk begini,” ancamnya.

 

Para pedagang meminta petugas terkait segera mengangkut tumpukan sampah dan meningkatkan intensitas pembersihan agar lingkungan kembali bersih dan nyaman.

 

“Kami berharap sampah bisa segera diangkut dan kebersihan pasar lebih diperhatikan. Kami berjualan setiap hari, jadi tentu ingin lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman,” tandasnya penuh harapan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit