TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Basarnas Belum Buka Kembali Operasi SAR KM Arupadatu 1

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 23 September 2026 | 16:02 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SERANG— Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) belum memutuskan untuk kembali membuka operasi SAR pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi SAR sebelumnya telah berlangsung selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari. Namun, hingga operasi berakhir, tim SAR tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.


“Secara aturan pencarian kami terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari kita sudah perpanjang tiga hari. Setelah tiga hari itu tidak ada tanda-tanda korban,” kata Al Amrad, Rabu (23/9/2026).


Setelah operasi resmi berakhir, Basarnas melanjutkan pencarian melalui penyebaran informasi menggunakan e-broadcast dan pemapelan kepada berbagai pihak yang berpotensi mengetahui keberadaan korban.


Informasi tersebut disampaikan melalui Vessel Traffic Service (VTS), stasiun radio pantai, nelayan, masyarakat pesisir, serta kapal dan sarana transportasi laut yang melintas di sekitar wilayah pencarian.


Basarnas juga berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Bengkulu dan Lampung. Pemantauan diperluas hingga wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.


“Teman-teman dari SAR Bengkulu masih melakukan penyisiran dengan informasi yang kita berikan, dengan pergeseran-pergeseran target yang mengarah ke wilayah Bengkulu. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda,” ujar Al Amrad.


Menurutnya, kemungkinan pembukaan kembali operasi SAR akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan informasi dari lapangan.


Sebelumnya, pencarian KM Arupadatu 1 melibatkan berbagai unsur SAR dari Banten, Lampung hingga Bengkulu. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026 saat membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal.


Hingga operasi SAR berakhir, belum ditemukan tanda-tanda yang memastikan keberadaan seluruh korban.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit