TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kebanyakan Gula, Garam, dan Lemak Bisa Diam-Diam Mengganggu Kesehatan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 24 September 2026 | 11:05 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG — Gula, garam, dan lemak merupakan bagian dari kebutuhan tubuh. Ketiganya memiliki fungsi penting jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Namun, konsumsi berlebihan dan terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.


Gula, misalnya, menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Namun, asupan gula tambahan yang terlalu banyak kerap berasal dari minuman manis, kue, permen, makanan ringan hingga berbagai produk kemasan.


Rasa manis yang membuat makanan dan minuman lebih menarik sering kali mendorong seseorang mengonsumsinya secara berulang. Jika menjadi kebiasaan tanpa diimbangi pola makan seimbang, asupan gula berlebih dapat berdampak buruk bagi kesehatan.


Begitu pula dengan garam. Natrium yang terkandung dalam garam memang dibutuhkan tubuh, tetapi jumlahnya tetap perlu dikendalikan. Konsumsi natrium berlebihan dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah.


Sumber garam pun tidak hanya berasal dari garam dapur. Makanan instan, makanan olahan, saus, camilan dan berbagai produk kemasan juga dapat mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi.


Sementara lemak memiliki peran penting dalam tubuh, termasuk membantu penyerapan vitamin tertentu. Namun, jenis dan jumlah lemak yang dikonsumsi perlu diperhatikan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, terutama yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan dalam jangka panjang.


Persoalan konsumsi gula, garam, dan lemak juga tidak semata-mata berkaitan dengan pilihan individu. Lingkungan, kebiasaan keluarga, harga makanan, iklan hingga kemudahan mendapatkan makanan dan minuman olahan turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.


Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan sebelum membeli makanan atau minuman.


Perubahan pola makan juga tidak harus dilakukan secara drastis. Mengurangi minuman manis, membatasi makanan terlalu asin dan berlemak, serta memperbanyak sayur dan buah bisa menjadi langkah awal yang dilakukan secara bertahap.


Menjaga kesehatan bukan berarti harus menghilangkan gula, garam dan lemak dari menu sehari-hari. Yang lebih penting adalah mengatur jumlah, memilih jenis yang lebih baik, serta memperhatikan seberapa sering makanan tersebut dikonsumsi.


Pada akhirnya, menjaga kesehatan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Pilihan di meja makan hari ini dapat menentukan kondisi tubuh di kemudian hari.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit