LPB Banten UMN 2026 Dorong Budaya Riset dan Persiapan Generasi Muda Menghadapi Masa Depan
TANGERANG-Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Center for Young Scientists (CYS) kembali menyelenggarakan Lomba Peneliti Belia (LPB) Banten UMN 2026 pada 23-24 September 2026 di Kampus UMN, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun budaya penelitian di kalangan pelajar sekolah menengah sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam membimbing kegiatan riset di sekolah.
Penyelenggaraan tahun ini menandai tahun kelima kerja sama antara UMN dan Center for Young Scientists dalam mengembangkan ekosistem penelitian bagi generasi muda.
Lomba Peneliti Belia Banten UMN 2026 diikuti oleh 144 pelajar sekolah menengah dan 58 guru pembimbing dari 30 sekolah di Provinsi Banten.
Para peserta berkompetisi dalam tujuh bidang penelitian, yaitu Fisika, Matematika, Komputer, Lingkungan, Ilmu Hayati, Ekonomi, dan Sosiologi.
Dari seluruh peserta, sebanyak 45 pelajar berhasil lolos ke babak final. Pada babak penyisihan, peserta mempresentasikan hasil penelitian melalui pameran poster ilmiah.
Selanjutnya, peserta yang lolos ke babak final mempresentasikan penelitian secara lisan selama 10 menit di hadapan dewan juri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 5 menit.
Riset Pelajar Banyak Mengangkat Solusi Lingkungan
Salah satu hal yang menarik dalam penyelenggaraan LPB Banten UMN 2026 adalah munculnya perhatian yang cukup besar terhadap isu lingkungan. Riset peserta tahun ini didominasi oleh topik yang berkaitan dengan solusi lingkungan, khususnya pemanfaatan limbah dan bahan-bahan alami.
Beragam penelitian tersebut menunjukkan bagaimana para pelajar mencoba melihat persoalan yang ada di lingkungan sekitar dan mengembangkan pendekatan berbasis penelitian untuk menemukan alternatif solusi.
Ketertarikan terhadap pemanfaatan limbah dan bahan alami juga memperlihatkan perhatian generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Mempersiapkan Generasi Future-Ready
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Lomba Peneliti Belia Banten UMN 2026, Dekan Fakultas Teknik dan Informasi UMN, Dr. Niki Prastomo menyampaikan, bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat UMN dalam mempersiapkan future-ready graduates.
Menurut Dr. Niki, dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. Jika sebelumnya pendidikan sangat menekankan pada ijazah, kemudian berkembang menuju penguasaan keterampilan, kini kemampuan untuk menunjukkan karya nyata melalui portofolio semakin penting.
Dalam konteks tersebut, penelitian yang dipresentasikan para peserta LPB bukan sekadar karya untuk mengikuti kompetisi. Penelitian tersebut juga dapat menjadi bagian awal dari portofolio yang menunjukkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi persoalan, mencari jawaban, mengolah data, serta menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dia juga menekankan pentingnya perpaduan antara technical skills dan human skills dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Kemampuan dalam sains, teknologi, data, dan metode penelitian perlu berjalan bersama dengan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan ketekunan.
Menurutnya, proses penelitian yang dijalani para siswa hingga mempresentasikan hasilnya dalam Lomba Peneliti Belia sesungguhnya telah menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kedua kelompok kompetensi tersebut.
Pengalaman mengikuti LPB diharapkan menjadi salah satu langkah awal bagi para siswa untuk terus membangun kompetensi dan portofolio, serta pada akhirnya menghasilkan karya yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Membangun Peneliti Muda Berintegritas
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Steering Committee Lomba Peneliti Belia, Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo dari Universitas Indonesia (UIN). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemampuan melakukan penelitian perlu berjalan beriringan dengan integritas, moral, dan etika.
Menurutnya, integritas, moral, dan etika merupakan jiwa yang harus menjadi landasan seorang peneliti belia. Pesan tersebut selaras dengan semangat yang terkandung dalam Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang mengingatkan pentingnya pembangunan jiwa sebelum pembangunan badan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi dalam penelitian tidak hanya berkaitan dengan hasil atau penghargaan, tetapi juga dengan proses penelitian yang dilakukan secara jujur, bertanggung jawab, dan beretika.
Lomba Sebagai Ruang Berbagi dan Belajar
Direktur Center for Young Scientists, Dr. Monika Raharti mengingatkan, bahwa meskipun kegiatan ini menggunakan nama lomba, hakikat kegiatan sebenarnya adalah sebuah konferensi ilmiah bagi peneliti muda.
“Kegiatan yang bernama lomba ini sejatinya adalah sebuah konferensi, di mana setiap partisipan saling berbagi dan belajar satu sama lain," ujarnya.
Menurut Monika, keikutsertaan dalam kegiatan penelitian bukan semata-mata untuk memperoleh juara, tetapi merupakan kesempatan bagi pelajar untuk mendapatkan pengalaman ilmiah, bertukar gagasan, serta menerima masukan untuk mengembangkan penelitian mereka.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk mencermati berbagai masukan yang diberikan oleh Dewan Juri pada saat evaluasi. Masukan tersebut dapat menjadi bahan penting untuk memperbaiki dan menyempurnakan penelitian sebelum mengikuti putaran berikutnya, yaitu Lomba Peneliti Belia Nasional 2026.
Dari Tingkat Provinsi Menuju Panggung Internasional
Lomba Peneliti Belia (LPB) Banten UMN 2026 merupakan bagian dari sistem kompetisi penelitian yang berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Peserta yang mengikuti kompetisi di tingkat provinsi memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjalanan risetnya ke Lomba Peneliti Belia Nasional 2026. Selanjutnya, para peneliti muda terbaik dari tingkat nasional dapat memperoleh kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam berbagai kompetisi dan forum penelitian internasional di mancanegara.
Dengan demikian, LPB tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan penelitian pelajar di tingkat daerah, tetapi juga menjadi salah satu tahapan pembinaan peneliti muda menuju pengalaman dan jejaring penelitian yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Membangun Ekosistem Riset di Sekolah
Penyelenggaraan Lomba Peneliti Belia Banten UMN 2026 sejalan dengan misi Center for Young Scientists untuk meningkatkan iklim penelitian di jenjang sekolah menengah, dan meningkatkan kapasitas guru dalam pembimbingan riset di sekolah.
Kehadiran 144 pelajar dan 58 guru dari 30 sekolah menunjukkan keterlibatan berbagai sekolah di Provinsi Banten dalam pengembangan kegiatan penelitian di tingkat sekolah menengah.
Selain memberikan ruang bagi pelajar untuk mempresentasikan hasil penelitian, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi guru dan pembimbing untuk memperoleh pengalaman dalam mendampingi proses riset siswa.
Evaluasi terhadap penelitian peserta dilakukan oleh dosen dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, STBA Yapari Bandung, Universitas Multimedia Nusantara,dan peneliti Center for Young Scientists.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, yaitu Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo (Ketua Steering Committee Lomba Peneliti Belia), Dr. Niki Prastomo (Dekan Fakultas Teknik dan Informasi UMN), Dr. Monika Raharti (Direktur Center for Young Scientists), serta R. Adam Wibowo (General Manager Telkom Witel Banten).
Melalui penyelenggaraan Lomba Peneliti Belia Banten UMN 2026, UMN dan Center for Young Scientists melanjutkan komitmen bersama dalam menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, melakukan penelitian, menyampaikan hasil penelitian, serta belajar menerima kritik dan masukan secara konstruktif.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang memiliki rasa ingin tahu, kemampuan berpikir ilmiah, kompetensi teknis dan keterampilan manusiawi, serta menjunjung tinggi integritas dan etika dalam penelitian.
Dari penelitian yang dimulai di sekolah, para pelajar didorong untuk terus mengembangkan karya dan kompetensinya melalui jenjang kompetisi yang lebih luas, hingga memiliki kesempatan untuk membawa karya penelitian Indonesia ke panggung internasional.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 16 jam yang lalu
Nasional | 14 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu





