TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Deteksi Kasus Influenza A di Tangsel, Dinkes Gencarkan Edukasi Warga

Puskesmas Perkuat Pemantauan

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 30 September 2026 | 21:14 WIB
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar. (Ist)
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar. (Ist)

CIPUTAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A sebagai bagian dari upaya penguatan surveilans dan pengendalian penyakit menular di wilayahnya. 

 

Upaya pencegahan diperkuat dengan pemantauan di fasilitas kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.

 

Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan masyarakat tidak perlu panik. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menekan risiko penularan.

 

“Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menular melalui percikan droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, masyarakat perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan, terutama ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan,” ujar Allin saat dikonfirmasi, Rabu (30/9).

 

Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinkes Tangsel pada minggu ke-36, tercatat 256 kasus Influenza-Like Illness (ILI). Namun, angka tersebut tidak seluruhnya merupakan kasus Influenza A. ILI merupakan kondisi dengan gejala menyerupai influenza yang penyebabnya dapat beragam, termasuk Influenza tipe A, B, dan C.

 

Sementara itu, berdasarkan laporan sentinel ILI Puskesmas Serpong 1 melalui aplikasi New All Record (NAR), delapan kasus Influenza A tercatat dalam beberapa waktu kunjungan.

 

Rinciannya, satu kasus ditemukan pada 19 Agustus 2026, tiga kasus pada 1 September, dua kasus pada 14 September, dan dua kasus lainnya pada 15 September 2026.

 

Seluruh kasus yang terkonfirmasi positif memiliki gejala sesuai indikator ILI, yakni demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta.

Allin mengatakan pemantauan akan terus dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas. Dinkes juga memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan lintas sektor untuk mendeteksi perkembangan kasus secara dini.

 

Di tengah pemantauan tersebut, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Warga diminta menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan influenza.

 

Salah satunya dengan menerapkan etika batuk dan bersin, yakni menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam lengan. Setelah itu, tisu dibuang pada tempatnya dan tangan segera dicuci.

 

Masyarakat juga dianjurkan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk, bersin, membuang ingus, sebelum makan, maupun setelah menyentuh benda atau permukaan yang banyak disentuh.

 

“Vaksinasi merupakan salah satu cara utama untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. Vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan virus influenza yang beredar. Vaksinasi terutama penting bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza,” jelasnya.

 

Bagi warga yang sedang sakit, penggunaan masker dianjurkan, terutama ketika berada di tempat umum atau harus berinteraksi dengan orang lain. Mereka yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan juga disarankan membatasi aktivitas dan kontak dekat dengan orang lain serta tetap berada di rumah.

 

Selain itu, sirkulasi udara di dalam ruangan perlu diperhatikan. Membuka jendela atau memastikan ventilasi berjalan baik dapat membantu mengurangi risiko paparan virus saluran pernapasan.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis.

 

Apabila mengalami demam 38 derajat Celsius atau lebih disertai batuk, pilek dan/atau sakit tenggorokan, masyarakat diimbau memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pemeriksaan terutama diperlukan apabila gejala semakin berat atau muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

 

Dinkes Tangsel bersama fasilitas pelayanan kesehatan akan terus melakukan surveilans ILI, pemantauan kasus dan deteksi dini. Data yang terkumpul juga akan dianalisis untuk melihat perkembangan kasus sekaligus menentukan langkah respons yang diperlukan.

 

Masyarakat pun diminta mendapatkan informasi kesehatan dari sumber resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan secara bersama-sama, risiko penularan influenza diharapkan dapat ditekan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit