Harga Minyak Dunia Turun, Cadangan G7 Redakan Kekhawatiran Pasokan
JAKARTA – Harga minyak dunia turun pada Selasa (6/10/2026), setelah meningkatnya ekspor minyak Timur Tengah dan rencana pelepasan cadangan darurat negara-negara G7 meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan global.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 0,8 persen menjadi sekitar US$99,49 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,1 persen menjadi US$88,43 per barel.
Penurunan terjadi setelah arus ekspor minyak dari kawasan Teluk mulai pulih, meski ketegangan di sekitar Selat Hormuz masih tinggi. Data pelacakan kapal menunjukkan ekspor minyak Timur Tengah bahkan sempat melampaui level sebelum perang pada sejumlah hari di akhir September.
Sepanjang September, arus minyak dari negara-negara Teluk di luar Iran mencapai lebih dari 81 persen dari level sebelum perang. Pemulihan terutama didorong kenaikan ekspor minyak mentah Arab Saudi.
Pasar juga mendapat sentimen positif dari keputusan negara-negara G7 melepas sekitar 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat. Tambahan pasokan ini diharapkan mampu menekan harga energi.
Namun, risiko gangguan pasokan masih membayangi. Serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz serta konflik Arab Saudi dengan kelompok Houthi yang didukung Iran dapat mengganggu distribusi minyak.
Selat Hormuz merupakan jalur energi strategis dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi meningkatkan biaya pengiriman, asuransi, dan keamanan kapal tanker.
Dengan kondisi tersebut, harga minyak masih berada di sekitar US$100 per barel. Pemulihan ekspor dan pelepasan cadangan G7 menjadi penahan kenaikan harga, sementara ketegangan geopolitik tetap menjadi ancaman bagi pasar energi global.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu




