TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Bantah Indonesia di Ambang Krisis: Investasi IWIP Tembus US$20 Miliar

Reporter & Editor : AY
Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:48 WIB
Presiden Prabowo pada peresmian proyek di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Foto : Ist
Presiden Prabowo pada peresmian proyek di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Foto : Ist

MALUT – Presiden Prabowo Subianto membantah anggapan yang menyebut Indonesia tengah menuju keruntuhan. Menurutnya, geliat investasi dan pembangunan industri justru menunjukkan prospek ekonomi Indonesia semakin cerah.


Prabowo menyampaikan hal itu saat menghadiri groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).


Prabowo menyinggung berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan. Namun, kondisi di lapangan, kata dia, menunjukkan hal sebaliknya.


“Mereka yang mengatakan Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse. Tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah,” ujar Prabowo.


Ia kemudian menunjuk perkembangan investasi di kawasan IWIP sebagai salah satu bukti bahwa perekonomian Indonesia terus bergerak.


Prabowo mengatakan, berdasarkan laporan Menteri Investasi, realisasi investasi di kawasan IWIP kini telah menembus lebih dari 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp358 triliun. Nilai tersebut masih berpotensi bertambah seiring rencana pengembangan investasi baru.


“Menteri Investasi telah menyampaikan realisasi investasi di kawasan IWIP telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS lebih, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dolar AS di saat-saat yang mendatang,” ungkapnya.


Besarnya investasi tersebut juga diikuti penyerapan tenaga kerja. Sejak kawasan IWIP dikembangkan, lebih dari 100 ribu orang telah terserap bekerja di kawasan industri tersebut.


Prabowo pun mengaku optimistis melihat langsung aktivitas para pekerja di IWIP.


“Sekarang saya lihat masa depan Indonesia cerah. Tadi saya disambut oleh para karyawan dengan semangat dan tampangnya semua cerah. Saya tidak melihat yang tidak cerah hari ini,” katanya.


Dalam agenda tersebut, Prabowo juga meresmikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta meluncurkan 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP.


Dari 11 proyek tersebut, empat di antaranya merupakan proyek industri yang telah memasuki tahap komersialisasi. Sementara tujuh proyek lainnya saat ini berada dalam tahap pembangunan.


Menurut Prabowo, ekspor perdana baterai EV menjadi bukti bahwa kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan produk bernilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru.


“Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.


Prabowo menekankan, kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah. Sumber daya tersebut harus dikelola dan diolah sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.


“Kekayaan alam harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat, kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” ujarnya.


Di sisi lain, Prabowo memastikan pemerintah akan memberikan kepastian dan perlindungan terhadap investasi yang masuk ke Indonesia. Ia menegaskan seluruh investor yang telah menanamkan modalnya harus diperlakukan sebagai mitra pembangunan.


“Saya di sini tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi, dari mana pun, yang ditanamkan di bumi Indonesia,” kata Prabowo.


Namun, Prabowo mengingatkan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri agar tidak hanya mengejar keuntungan. Kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan juga harus menjadi perhatian.


“Masa depan kita, kita hadapi dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita,” serunya.


Prabowo juga mengapresiasi pemerintahan sebelumnya yang telah meletakkan fondasi pembangunan industri dan hilirisasi. Menurutnya, pembangunan nasional merupakan proses panjang yang membutuhkan kesinambungan antarpemerintahan.


“Nation building is a long march, adalah sebuah perjuangan dan perjalanan panjang. Pembangunan negara adalah sebuah perjalanan panjang. Ini bagian dari perjalanan panjang itu,” tuturnya.


Ia menyadari tantangan pembangunan Indonesia ke depan tidak akan semakin ringan. Namun, Prabowo memastikan pemerintah tidak akan mundur dan siap menghadapi berbagai tantangan bersama para pelaku usaha dan investor.


“Namun kita biasa menghadapi tantangan. Kita berani menghadapi tantangan,” pungkasnya.
 

Epaper
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit