Skandal Elliott Management, AC Milan dan Lille Disorot
ITALIA - Hubungan bisnis AC Milan dan Lille kembali menjadi sorotan. Dana investasi asal Amerika Serikat, Elliott Management, diduga memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan internal klub Prancis tersebut, meski secara resmi hanya berstatus sebagai kreditur.
Dugaan ini mencuat melalui laporan investigasi media Prancis, L’Equipe, yang mengungkap indikasi keterlibatan Elliott dalam pengambilan keputusan Lille saat masih menjadi pemilik AC Milan.
Mengutip MilanNews24, laporan tersebut menyebut Guardia di Finanza, kepolisian keuangan Italia, menyita sejumlah pesan teks dan surat elektronik yang mengindikasikan peran Elliott di Lille lebih besar daripada yang selama ini diakui kepada publik.
Temuan itu muncul di tengah penyelidikan aparat Italia terkait proses penjualan AC Milan dari Elliott Management kepada RedBird Capital Partners pada 2022.
Secara resmi, Elliott hanya tercatat sebagai kreditur utama Lille setelah pemilik sebelumnya, Gerard Lopez, terpaksa menjual klub tersebut kepada Merlyn Partners pada Desember 2020.
Saat itu, Merlyn Partners disebut memegang kendali penuh atas Lille, sedangkan Elliott hanya bertindak sebagai pemberi pinjaman. Namun, dokumen yang diungkap L’Equipe memunculkan dugaan berbeda.
Pada Januari 2022, Gordon Singer, eksekutif Elliott yang saat itu juga menjadi anggota dewan AC Milan, diduga ikut memberikan arahan terkait masa depan dua pemain andalan Lille, Sven Botman dan Renato Sanches.
Beberapa bulan kemudian, Maarten Petermann dari Merlyn Partners dilaporkan memberi tahu direktur olahraga Lille bahwa Amadou Onana harus dijual untuk melindungi kepentingan finansial Elliott.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterlibatan Elliott dalam kebijakan transfer Lille. Jika dugaan itu terbukti, peran Elliott dinilai tidak terbatas pada penyediaan dana, tetapi juga berpotensi menyentuh keputusan strategis klub.
Persoalan ini menjadi penting karena regulasi UEFA melarang satu pihak memiliki kendali atau pengaruh penentu terhadap dua klub yang sama-sama berkompetisi di turnamen Eropa.
AC Milan dan Lille tercatat berada di grup yang sama pada Liga Europa musim 2020/2021. Keduanya juga tampil di Liga Champions pada musim berikutnya.
L’Equipe menilai dugaan konflik kepentingan tersebut semestinya menjadi perhatian serius UEFA. Media Prancis itu bahkan menyoroti kemungkinan salah satu klub seharusnya didiskualifikasi dari kompetisi Eropa jika pelanggaran aturan terbukti.
Di sisi lain, Elliott Management membantah tudingan tersebut. Mereka menegaskan bahwa hubungan dengan Lille sejak awal hanya sebatas urusan pembiayaan.
“UEFA telah melakukan penyelidikan atas masalah ini dan menyimpulkan bahwa Elliott tidak menjalankan kendali atau pengaruh penentu apa pun atas LOSC Lille. Satu-satunya hubungan Elliott dengan LOSC sejak awal hanyalah sebagai pihak penyedia dana,” demikian pernyataan resmi Elliott Management.
Dengan adanya bantahan tersebut, dugaan keterlibatan Elliott di Lille masih perlu dilihat berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang tersedia. Laporan investigasi L’Equipe sejauh ini memunculkan kembali pertanyaan mengenai batas hubungan finansial dan kendali klub dalam sepak bola Eropa.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Opini | 20 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu





