TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Madani Film Festival Putar Gratis Dokumenter Khartoum di TIM

Oleh: Shelma MG
Editor: AY
Jumat, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB
Foto : Shelma MG
Foto : Shelma MG

JAKARTA – Madani International Film Festival 2026 menghadirkan film dokumenter Khartoum karya Philip Cox di Kineforum, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026). Berdurasi 80 menit, film ini merekam kehidupan warga sipil Sudan yang harus bertahan di tengah konflik dan kehilangan rasa aman di tanah kelahiran mereka.


Programmer Madani Film Festival 2026, Harry (32), mengatakan, pemilihan film dilakukan melalui proses kurasi yang panjang. Tim festival menelusuri berbagai festival film internasional, kemudian menjalin komunikasi dengan distributor dan produser untuk mendapatkan hak pemutaran.


“Kita harus meng-email ke banyak pihak, banyak distributor, banyak produser filmnya. Setelah ditonton satu per satu dan ditentukan pilihannya, baru kita kontak lagi orangnya untuk kesepakatan harga. Setelah deal dan dibayar, akhirnya bisa diputarkan secara gratis di sini berkat kerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Harry kepada Tangselpos di lokasi acara.


Menurut Harry, Khartoum dipilih karena relevan dengan tema Madani Film Festival tahun ini, yakni “Rimpang” (Rhizome). Tema tersebut menjadi pijakan festival dalam menghadirkan karya yang mengangkat persoalan sosial, kemanusiaan, serta pengalaman hidup masyarakat di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.


Kesan mendalam juga dirasakan penonton, Syifa (31). Ia menilai film tersebut mampu menggambarkan dampak konflik melalui percakapan sederhana yang menyentuh, terutama ketika anak-anak mengungkapkan kerinduan terhadap rumah mereka.


“Dialog yang paling berkesan itu ketika anak-anak ditanya 'Kangen rumah?', mereka menjawab 'Iya, tapi enggak kangen dengan perangnya'. Itu sangat mendalam,” kata Syifa.


Selain kekuatan dialog, Syifa menyoroti perpaduan animasi dan rekaman dokumenter yang memperkaya cara film menyampaikan kisah para warga sipil. Pendekatan visual tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam menggambarkan pengalaman masyarakat Sudan di tengah konflik.


Pemutaran Khartoum menjadi bagian dari rangkaian Madani International Film Festival 2026 yang menghadirkan film-film dengan beragam perspektif sosial dan kemanusiaan. Melalui kisah warga Sudan, film ini mengajak penonton melihat konflik bukan semata sebagai peristiwa politik dan peperangan, melainkan juga sebagai pengalaman manusia yang menyangkut rumah, keluarga, dan kerinduan akan kehidupan yang damai.
 

Epaper
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit