TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Warga Keranggan Sebut Kekeringan Tahun Ini Paling Parah, 8.352 Jiwa Terdampak

BPBD Tangsel Salurkan 2 Juta Air Bersih

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 12 Oktober 2026 | 18:49 WIB
Pendistribusian air bersih di RT 02 RW 01 Kelurahan Keranggan, Setu, Tangsel, Senin (12/10). (TangselPos/Rachman)
Pendistribusian air bersih di RT 02 RW 01 Kelurahan Keranggan, Setu, Tangsel, Senin (12/10). (TangselPos/Rachman)

SETU-Warga Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengeluhkan kekeringan yang melanda wilayah mereka. Kondisi tahun ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena sumur warga benar-benar mengering. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel.


Wati, warga RT 02 RW 01 Kelurahan Keranggan, mengatakan kekeringan di lingkungannya telah berlangsung hampir empat bulan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya air sumur masih tersedia meski terbatas, tahun ini warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga.


“2024 iya, 2025 nggak terlalu seperti ini, 2026 ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Iya, yang 2026 ini paling parah,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela pendistribusian air bersih, Senin (12/10).


Menurut Wati, hampir seluruh rumah di lingkungannya mengalami kekeringan. Bantuan air bersih dari BPBD Tangsel pun menjadi andalan warga. Pasokan air diterima secara rutin setiap dua hari sekali atau sekitar tiga kali dalam sepekan.


Saat bantuan itu datang, Wati mengaku membutuhkan hampir 30 galon air untuk persediaan selama dua hari. Air tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari mandi hingga mencuci pakaian.


“Kadang kita pakai dorongan, kadang adik atau suami. Kita juga kadang pinjam dorongan punya tetangga. 30 galon ini untuk semuanya, mandi, mencuci, dan lainnya. Ya cukup sih, dicukup-cukupi,” tuturnya.


Di tengah kondisi tersebut, Wati berharap ada solusi jangka panjang agar warga tidak terus bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau. Salah satu upaya yang diharapkan adalah pembangunan sumur bor di lingkungan tempat tinggalnya.


“Ya, yang permanen mungkin kayak pembuatan sumur bor. Itu mungkin bisa lebih membantu, jadi kita nggak selalu nunggu dari BPBD. Kalau sudah ada sumur bor, mungkin kita nggak sampai kayak gini,” harapnya.


Sementara itu, Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan dampak kekeringan tahun ini meluas dibandingkan dua tahun sebelumnya.


Hingga saat ini, BPBD Tangsel telah mendistribusikan air bersih ke 49 titik yang tersebar di sembilan kelurahan. Sebanyak 2.485 kepala keluarga (KK) atau 8.352 jiwa tercatat terdampak kekeringan. Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring adanya informasi mengenai wilayah lain yang mulai mengalami kesulitan air bersih.


“Dari tahun 2023 dan 2024, tahun ini yang terparah. Karena di tahun 2023 itu hanya 45 titik, sekarang 49, bahkan kemungkinan akan bertambah lagi,” ujar Dian.


Ia menjelaskan, total air bersi yang disalurkan kini sudah mencapai sekitar 2.061.500 liter atau lebih dari 2 juta liter.


Dalam pelaksanaannya, BPBD Tangsel turut mendapat dukungan dari Dinas Cipta Karya Tangsel, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Sinar Mas Land BSD, Damkar, serta personel Koramil TNI.


Dian menambahkan, distribusi dilakukan secara bergantian agar seluruh wilayah terdampak memperoleh pasokan air. 


"Untuk setiap titik, penyaluran dijadwalkan rutin setiap dua hari sekali. Sekali penyaluran kita minimal 4.000 liter," paparnya.


Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami kekeringan, agar melapor melalui pengurus RT setempat. Laporan tersebut selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan BPBD Tangsel untuk ditindaklanjuti.


Adapun sembilan kelurahan yang tercatat terdampak meliputi Keranggan dengan 16 titik, Kademangan 11 titik, Setu tujuh titik, Muncul dan Buaran masing-masing empat titik, Babakan tiga titik, Bakti Jaya dua titik, serta Serpong dan Lengkong Gudang masing-masing satu titik.


Pantauan di lokasi saat mobil tangki tiba, BPBD langsung bergerak mengisi toren yang telah disediakan. Warga yang sudah menunggu pun mulai berdatangan. Mereka membawa galon sebagai wadah air bersih tersebut. Setiap warga membawa lebih dari lima galon.


Sembari bercengkrama, warga mulai mengisi galon-galon yang telah dibawa secara bergantian. Mereka mengisi wadah tersebut hingga penuh. Setelah penuh dan dirasa cukup, barulah galon tersebut dijajarkan untuk kemudian dibawa ke rumahnya masing-masing.


Kondisi ini sudah mereka lakukan secara rutin sejak hampir empat bulan silam, sejak kekeringan ini melanda wilayah tersebut.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit