Istighotsah, Apel Hingga Lomba Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional Di Tangsel
CIPUTAT-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai rangkaian Semarak Hari Santri Nasional 2026. Berbagai kegiatan disiapkan untuk memperingati peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa, sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam menjawab tantangan masyarakat masa kini.
Kickoff kegiatan tersebut digelar di Lantai 3 Graha Aswaja PCNU Tangsel, Ciputat, Selasa (13/10) malam. Acara dihadiri jajaran pengurus NU, badan otonom, lembaga di lingkungan NU, serta sejumlah warga Nahdliyin.
Ketua PCNU Tangsel, Abdullah Mas'ud, mengatakan, Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum bersejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Peran santri sangat penting bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Makanya, 22 Oktober 1945 adalah momentum penting. Peristiwa Resolusi Jihad Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu adalah spirit perjuangan santri menegakkan NKRI,” ujar Abdullah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Resolusi Jihad yang dicetuskan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, menjadi salah satu tonggak penting yang membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Abdullah, semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan oleh generasi santri saat ini, meskipun tantangan yang dihadapi telah berubah. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui perlawanan fisik, kini santri dituntut berkontribusi melalui pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau dulu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari mengobarkan semangat dengan Resolusi Jihad, saat ini saatnya jihad peradaban. Jihad melawan kebodohan, melawan kemiskinan, dan tantangan kekinian lainnya,” katanya.
Ia menegaskan, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, Abdullah berharap santri dan pesantren terus mengambil peran dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Menurutnya, nilai perjuangan yang diwariskan para ulama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata sesuai kebutuhan zaman.
“Dulu santri berjuang ikut perang fisik, hari ini medannya berbeda. Tantangannya berbeda. Intinya, santri dan pesantren perlu mengambil peran,” ujarnya.
Abdullah juga mengajak seluruh unsur NU di Tangsel untuk terlibat aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026. Mulai dari pengurus cabang, struktur organisasi di bawahnya, lembaga, badan otonom, hingga warga NU diharapkan dapat berpartisipasi.
Menurutnya, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali semangat pengabdian santri kepada agama, masyarakat, dan negara.
Sementara, Rais Syuriyah PCNU Tangsel, Himam Muzzahir mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara santri dan para ulama yang telah mewariskan tradisi keilmuan serta perjuangan di lingkungan NU.
"Kita berada di pesantren besar bernama Nahdlatul Ulama,” ujar Himam sebelum memimpin doa dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain lomba membaca kitab kuning, hafalan hadis, tantangan pembuatan video atau video challenge, serta pertandingan bulu tangkis. Panitia juga menjadwalkan ziarah ke para masyayikh dan pemilihan dai cilik atau pildacil.
Selain perlombaan, rangkaian peringatan akan diisi apel Hari Santri, istighotsah, dan doa bersama untuk Palestina. Kegiatan bahtsul masail (BM) juga menjadi bagian dari agenda untuk membahas persoalan keagamaan melalui kajian dan diskusi para ulama serta peserta.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




