TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

MI Assa’adatuddarain 1 Pamulang Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini Lewat FESTSENADA

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:00 WIB
KEBUDAYAAN - (MI) Assa’adatuddarain 1 Pamulang, Kota Tangsel, mengikuti Festival Seni dan Budaya (FESTSENADA) Tahun Ajaran 2026/2027.
KEBUDAYAAN - (MI) Assa’adatuddarain 1 Pamulang, Kota Tangsel, mengikuti Festival Seni dan Budaya (FESTSENADA) Tahun Ajaran 2026/2027.

PAMULANG-Sebanyak 637 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assa’adatuddarain 1 Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti Festival Seni dan Budaya (FESTSENADA) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 12-14 Oktober 2026 ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal, mengapresiasi, sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya Nusantara.

 

 Mengusung tema “Kenali Budayanya, Cintai Seninya, Bangga Indonesianya”, festival tersebut digelar di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa kelas I hingga VI. Berbagai kegiatan disiapkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

 Kepala MI Assa’adatuddarain 1 Pamulang, Sehabudin Nur mengatakan, FESTSENADA dirancang sebagai sarana edukasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak usia dini.

 

 "Kegiatan ini menjadi wadah bagi murid untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan keberagaman seni serta budaya Indonesia,” ujarnya, Kamis (15/10).

 

 Menurut Sehabudin, pengenalan budaya melalui kegiatan langsung diharapkan dapat membantu murid memahami keberagaman Indonesia. Dengan begitu, nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipelajari melalui materi di kelas, tetapi juga dipraktikkan melalui aktivitas bersama.

 

 Pembukaan FESTSENADA diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah yang dibawakan Khadijah Ayuka Putri serta M. Syamil Yusuf Nurakmal. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

 

 Ketua panitia, Novelia Cikitha menjelaskan, festival tersebut menghadirkan beragam pertunjukan dan perlombaan yang melibatkan murid, guru, hingga orang tua. Rangkaian kegiatan disusun untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.

 

 “Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain parade Nusantara, paduan suara lagu daerah, dan pertunjukan tarian tradisional dari berbagai wilayah Indonesia,” imbuhnya.

 

 Selain pertunjukan seni, para siswa mengikuti peragaan busana atau fashion show dengan mengenakan busana kreasi adat Nusantara berbahan daur ulang. Kegiatan ini menggabungkan pengenalan pakaian tradisional dengan pembelajaran mengenai pemanfaatan barang bekas.

 

 Kreativitas murid juga diuji melalui lomba memasak makanan tradisional khas berbagai provinsi. Beragam hidangan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap tradisi daerah.

 

 FESTSENADA turut menghadirkan festival jajanan melalui kegiatan market day. Dalam kegiatan ini, setiap stan dihias secara kreatif berdasarkan tema daerah yang telah ditentukan panitia.

 

 Melalui market day, murid tidak hanya mengenal makanan khas Nusantara, tetapi juga berkesempatan belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman sederhana mengenai aktivitas jual beli.

 

 Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian festival. Panitia menyelenggarakan operasi bersih untuk membiasakan murid menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

 

 Ketua Yayasan Daarul Hikmah, Hariyadi mengatakan FESTSENADA tidak hanya berorientasi pada penampilan seni dan perlombaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penilaian kokurikuler dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.

 

 Hariyadi menjelaskan, pendekatan pembelajaran mendalam yang diterapkan mengacu pada tiga prinsip, yakni mindful, meaningful, dan joyful. Ketiganya menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi murid.

 

 "Melalui kegiatan ini, madrasah berharap murid tidak hanya mengenal kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, semangat kebersamaan, serta kecintaan terhadap tanah air,” tuturnya.(dra)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit