Maesyal Periksa Titik Rawan Banjir Di Daerah Pasar Kemis
TANGERANG - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung mengecek sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Senin (19/10).
Bupati Maesyal yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang Bambang Sapto, Camat Pasar Kemis serta unsur terkait lainnya mengungkapkan bahwa peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi dan penanganan banjir yang dilakukan berjalan dengan baik.
Lokasi pertama yang dilihat adalah Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari. Maesyal berdialog langsung dengan warga Rukun Warga (RW) 09, RW 12 dan RW 14 terkait persoalan saluran air yang selama ini menyebabkan banjir.
“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada pembenahan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui anggaran perubahan serta pengerjaan maksimalnya disiapkan di dana 2027,” ujarnya.
Menurut dia, pengendalian banjir di Perumahan Taman Walet nantinya akan mencontoh normalisasi yang telah dilaksanakan di Perumahan Taman Elok. Saluran akan disterilkan, ditertibkan, dikeruk dan distandarisasi melalui dukungan serta kesepakatan warga.
Maesyal kemudian melanjutkan pemeriksaan ke aliran air di Perum Teluk Jakarta dan Perum Kutabumi 2 Kelurahan Kutabumi, termasuk lokasi saluran serta tanggul yang sebelumnya sempat rusak hingga menyebabkan air merendam sejumlah rumah warga.
“Itu bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalkan, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, di Teluk Jakarta Kelurahan Kutabumi, DBMSDA telah melakukan normalisasi, pelebaran saluran dari sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter, pembangunan turap serta menyiapkan pemasangan sheet pile guna memperkuat saluran.
“Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Pasar Kemis. Pembenahan pun berlangsung di sejumlah area rawan banjir lainnya di Kabupaten Tangerang, antara lain Binong, Kali Sabi dan Sukadiri dengan mempertimbangkan skala prioritas," imbuhnya.
Berikutnya, Pemkab Tangerang juga terus terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemerintah Provinsi Banten untuk penanganan secara terpadu untuk penanganan sungai besar seperti Cimanceri dan Cidurian.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 13 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




