TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bahlil Turun Tangan, Antrean BBM di Bali Mulai Terurai

Reporter & Editor : AY
Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:51 WIB
Mentwri ESDM Bahlil Lahadalia saat sidah di Bali. Foto : Ist
Mentwri ESDM Bahlil Lahadalia saat sidah di Bali. Foto : Ist

DENPASAR – Antrean bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai terurai setelah pasokan kembali membaik dan sistem ganjil-genap diterapkan di sejumlah SPBU. Waktu tunggu yang sebelumnya mencapai dua hingga tiga jam kini berkurang menjadi sekitar 30 menit.


Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, turun langsung menangani persoalan tersebut dengan memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).


Bahlil menyebut, gangguan pasokan terjadi akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pemerintah meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM di Bali dari 11–12 hari menjadi 15 hari kebutuhan.


Armada kapal pengangkut BBM juga ditambah dari tiga menjadi tujuh kapal. Selain itu, Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Pertalite hingga total 48 juta liter melalui pengiriman pada 7–17 Oktober 2026.


“Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di sini sudah bisa teratasi,” ujar Bahlil.


Ia juga membantah kabar pengurangan kuota BBM Bali hingga 50 persen. Menurutnya, pemerintah justru meningkatkan cadangan untuk menjaga kelancaran distribusi.


Sementara itu, warga mulai merasakan dampak perbaikan pasokan. Raisa Hanum, warga Denpasar, mengatakan waktu antrean kini tak lebih dari 30 menit setelah sistem ganjil-genap diberlakukan. Sebelumnya, ia harus menunggu hingga dua jam untuk mengisi bensin.


Meski demikian, stok BBM belum merata di seluruh SPBU. Antrean panjang masih ditemukan di sejumlah titik, termasuk SPBU Penarukan, Kabupaten Buleleng.


Untuk mempercepat pemulihan, sejumlah SPBU di Bali dioperasikan selama 24 jam dengan pemantauan stok secara digital. Pemprov Bali juga memperpanjang kebijakan ganjil-genap hingga Jumat (23/10/2026), disertai penerapan bekerja dari rumah (WFH) dan pembelajaran daring untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit