TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

103 Siswa Bogor, 270 Warga Cirebon Diduga Keracunan MBG

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:31 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Barat. Sebanyak 103 siswa di Bogor dan 270 orang di Cirebon dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut hingga diare setelah mengonsumsi makanan dan susu MBG.


Di Bogor, gejala dialami siswa SMP negeri di Cisarua pada Rabu (21/10/2026). Para siswa, mayoritas kelas VII dan VIII, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.


Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kondisi sebagian besar siswa telah membaik dan diperbolehkan pulang. Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan dan susu untuk diuji di laboratorium. Distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terkait juga dihentikan sementara.


Sementara itu, dugaan keracunan di Cirebon terjadi pada Selasa (20/10/2026) dan berdampak pada empat sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti. Korban terdiri dari 231 anak-anak dan 39 orang dewasa, termasuk guru dan petugas SPPG.


Sejumlah korban dilarikan ke beberapa rumah sakit. Salah satu orang tua siswa, Dony A, mengatakan anaknya mengeluhkan mual dan muntah setelah menyantap menu MBG. Menurut cerita anaknya, sayur sop telur puyuh yang dikonsumsi berbau tak sedap.


Inspeksi mendadak DPRD Kota Cirebon ke SPPG Kalijaga juga menemukan dugaan proses penyiapan makanan dilakukan di luar dapur. Anggota DPRD Umar menilai praktik tersebut tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).


Merespons kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi suspend berat terhadap SPPG Harjamukti-Kalijaga 05. Kepala SPPG dan ahli gizi di unit tersebut juga diperintahkan dinonaktifkan sementara sambil menunggu hasil penyelidikan.


BGN menyatakan, penanganan kesehatan para korban menjadi prioritas. Sanksi lebih lanjut, termasuk penghentian permanen, masih dimungkinkan setelah hasil pemeriksaan keluar.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit