TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Dari Kemeja Putih Ke Merah

Jokowi Ganti Gaya

Laporan: AY
Jumat, 20 Januari 2023 | 08:21 WIB
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey  dan Menteri PUPR Basuki Hadimujono saat meresmikan bendungan di Sulawesi Utara. (Foto : Setpres)
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Menteri PUPR Basuki Hadimujono saat meresmikan bendungan di Sulawesi Utara. (Foto : Setpres)

MANADO - Biasanya, Presiden Jokowi selalu lekat dengan kemeja putih tangan panjang saat kunjungan ke daerah. Namun kemarin, saat blusukan di Sulawesi Utara, Jokowi ganti gaya. Jokowi memilih mengenakan kemeja panjang warna merah marun.

Menumpang pesawat Kepresidenan RI-1, Jokowi tiba di Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (18/1) malam. Turun dari pesawat, eks Gubernur DKI Jakarta itu, tampil dengan kemeja putih yang dibalut jas biru.

Di bawah tangga, Jokowi disambut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Dari bandara, Jokowi dan rombongan menuju hotel untuk bermalam dan bersiap melanjutkan kunjungan kerja keesokan harinya.

Dalam kunjungan ke daerah Nyiur Melambai ini, Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Perubahan gaya busana Jokowi ini terlihat kemarin pagi, atau saat blusukan ke Pasar Pinangsungkulan, Kota Manado. Kemeja putih yang bisa digunakan saat blusukan berganti menjadi kemeja merah marun.

Gaya busana ini juga terus dikenakan saat mengunjungi Pasar Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara, dan saat meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan.

Kenapa Jokowi ganti gaya busana? Bey mengatakan, tak ada alasan khusus kenapa Jokowi mengenakan kemeja merah marun.

Kata dia, kemeja merah marun itu dibeli langsung Jokowi saat berkunjung ke Grand Indonesia, akhir pekan lalu. Kemeja itu buatan dalam negeri.

"Bapak Presiden sampaikan, masak (pakai kemeja) putih terus? Sekali-kali warna lain. Bagus kan?" kata Bey, mengutip omongan Jokowi, kemarin.

Kemeja putih lengan panjang yang digulung sesiku memang sudah identik dengan gaya Jokowi. Stelan ini mulai dikenakan Jokowi sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2012.

Saat itu, hampir tiap hari Jokowi tampil dengan stelan ini. Dandanan ini terus digunakan dan menjadi ciri khasnya setelah terpilih menjadi presiden pada 2014.

Kemeja putih menjadi andalan Jokowi saat blusukan. Gaya busananya hanya berubah saat menerima tamu negara, acara kenegaraan, atau perayaan hari besar. Di acara itu, Jokowi biasanya tampil dengan stelan jas lengkap, atau dengan pakaian adat Nusantara.

Perancang busana dan pengamat mode dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Lisa Fitria mengatakan, busana adalah sarana untuk menyampaikan pesan pemakainya. Begitu juga dalam dunia politik. Pemilihan warna putih misalnya untuk menyampaikan pesan tentang bersih, jujur, dan sederhana.

Lalu apa yang ingin disampaikan dengan kemeja merah marun? Menurut Lisa, Jokowi ingin memberikan semangat dan energi baru yang positif agar tetap semangat menghadapi tahun 2023 yang juga tahun politik yang mulai menghangat.

"Dengan warna merah marun, Pak Jokowi juga ingin menyampaikan pesan jangan pantang menyerah menghadapi isu krisis global dan tetap waspada agar bisa melalui semua halangan dengan baik," kata Lisa, saat diminta analisisnya soal pergantian gaya busana Jokowi, tadi malam.

Sementara, desainer dan pengamat gaya hidup Sonny Muchlison punya analisa lain. Kata dia, Jokowi memanfaatkan betul gaya busananya untuk menyampaikan pesan. Jadi tahu betul apa yang harus digunakan saat berkunjung ke suatu tempat.

Saat berkunjung ke banyak lokasi, terutama di Pulau Jawa, Jokowi selalu tampil dengan kemeja lengan panjang warna putih yang digulung sesiku.

Kata dia, ini pesan Jokowi untuk mengajak ayo kerja, ayo kerja. Sementara, jika berkunjung ke daerah yang jarang dikunjungi, Jokowi biasanya menyesuaikan busananya dengan adat setempat.

Menurut Sonny, warna merah di Sulawesi Utara mempunyai tempat tersendiri bagi warga setempat. Di sana ada situs Watu Pinawetengan yang bernuansa merah. Waktu Pinawetengan adalah situs yang menggambarkan awal mula peradaban Suku Minahasa di Nusantara.

"Bisa dikatakan penggunaan warna merah ini untuk menunjukkan diri sebagai bagian dari warga Manado," kata Sonny, saat dikontak, tadi malam.

Bagaimana analisis dari sisi politik terkait ganti busana Jokowi ini? Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyebut, ada pesan tersirat yang ingin disampaikan Jokowi dengan pemilihan kemeja merah marun ini. Menurut dia, Jokowi yang orang Jawa, selalu menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan suatu pesan.

Lalu apa pesan yang ingin disampaikan Jokowi? Menurut Ujang, warna merah marun ini sering digunakan untuk mewakili hal yang bersifat kepercayaan diri, keberanian, dan matang dalam menghitung risiko dan kekuatan.

"Bisa jadi Jokowi ingin memberikan pesan itu. Bahwa Jokowi sedang percaya diri dan berani menghadapi situasi politik saat ini," kata Ujang, saat dikontak Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group), tadi malam.

Ujang memaparkan, isu politik saat ini antara lain soal reshuffle atau kocok ulang kabinet. Jadi, bisa saja penggunaan kemeja merah marun ini berkaitan dengan rencana reshuffle yang sudah berhembus lama. Dalam komunikasi dengan ketua umum parpol itu mungkin ada yang setuju dan yang tidak.

Nah, lewat kemeja merah marun ini, Jokowi ingin menyampaikan kalau ia berani melakukan atau tidak melakukan reshuffle. Jokowi juga menyampaikan pesan kalau ia sudah menghitung betul kekuatan dan risikonya. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo