TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Ketemu Jokowi, Berikutnya Mega

Dansa Politik Prabowo Makin Bergairah

Laporan: AY
Jumat, 26 Mei 2023 | 08:23 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto tambah lincah di tengah tensi politik yang lagi tinggi. Layaknya penari dansa, gerakan politik Prabowo makin bergairah. Bergerak ke kiri dan ke kanan dengan gesit. Usai bertemu Presiden Jokowi kemarin, berikutnya Prabowo ingin ketemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dalam sebulan belakangan ini, banyak tokoh yang ditemui eks Danjen Kopassus itu. Mulai dari keluar-masuk pesantren bertemu sejumlah ulama. Lanjut bertemu dengan pimpinan parpol. Termasuk dari petinggi parpol di luar koalisi yang dibangunnya bersama Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

Pekan kemarin, Menteri Pertahanan itu, menemui langsung Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan digelar di Museum SBY-Ani, di Pacitan, Jawa Timur.

Sebelum bertemu SBY, malamnya Prabowo bertemu dengan Wali Kota Solo yang juga putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Belakangan, pertemuan itu menuai polemik hingga Gibran disidang di kantor DPP PDIP Jakarta, Senin (22/5).

Belum kelar dengan manuver politik yang bikin banteng meradang, mantan menantu Presiden Suharto itu, menghadap Jokowi. Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam pertemuan itu, Prabowo datang sendiri, tanpa didampingi pejabat dari Kemenhan atau elit Gerindra. Dia langsung masuk melalui pintu dua Istana dan melakukan pertemuan tertutup dengan bosnya di kabinet.

Setelah 1,5 jam berlalu, Prabowo keluar dari pintu yang sama. Namun, tidak ada keterangan apa pun yang disampaikan Prabowo soal pertemuannya dengan Jokowi.

Lapor Program Kerja

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut, pertemuan Prabowo dengan Jokowi merupakan hal yang lumrah. Sebagai anak buah di kabinet, wajar Prabowo menghadap Presiden untuk membicarakan masalah tugas-tugas di kementerian.

Saya pikir, pertemuan antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi adalah hal yang biasa, pertemuan antara presiden dan pembantu presiden sebagai menterinya," sebut Dasco, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

"Tentu Pak Prabowo kerap kali dipanggil dan juga kerap kali harus melaporkan program-program yang sudah dijalankan (di Kemenhan)," tambah Dasco.

Terkait agenda politik Prabowo selanjutnya, Dasco bilang, bosnya itu ingin ketemu Mega. Kapan pertemuan itu digelar, Dasco mengaku belum mengetahui pasti. "Saya dengar sih ada (rencana Prabowo ketemu Megawati)," jawab Dasco.

Wakil Ketua DPR ini lantas menepis penilaian rekan di Gerindra, Desmond J Mahesa yang bilang pertemuan Prabowo-Mega cuma buang-buang waktu. Sebab, baik Gerindra maupun PDIP, menurut Desmond, sudah punya jagoan masing-masing di Pilpres 2024.

Namun  menurut Dasco, pertemuan Prabowo-Mega diperlukan untuk membuat tensi politik jadi sejuk. "Sekaligus silaturahmi politik dalam rangka mendinginkan, membuat adem suasana," tambah Dasco.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto setuju dengan pernyataan Dasco. Menurutnya di tahun-tahun politik, pertemuan 2 tokoh bangsa memang harus sering-sering dilakukan.

"Komunikasi secara intens dilakukan dengan sangat baik. Karena ini berkaitan dengan kepentingan nasional kita, berkaitan dengan capres dan cawapres, masa depan Republik Indonesia," tegas Hasto.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai Prabowo memang sosok politisi yang piawai memainkan dansa politik. "Jokowi masuk, Mega masuk, elit dan tokoh bangsa berapa kali itu Prabowo ketemu," sebut Ujang, saat dihubungi Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup), kemarin.

Menurut Ujang, Prabowo sadar dengan prinsip gotong royong. Maksudnya membangun bangsa untuk menjadi lebih baik tidak bisa dilakukan sendirian. Dia bilang, keuletan ini menjadi nilai tambah Prabowo. "Mendapat banyak dukungan adalah pondasi utama membangun bangsa," cetusnya. 

Selain itu, apa pun hasilnya nanti dari pertemuan Prabowo-Mega, terpenting kontestasi hajatan akbar lima tahunan menjadi lebih sejuk. "Kalaupun pada akhirnya keduanya bertarung, ya pertarungan dalam konteks Pilpres jadi sehat. Juga dinamika politik sekarang lebih kondusif," pungkas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu. (RM.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo