TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Serang RS Indonesia Di Gaza, 8 Orang Tewas

Israel Sangat Biadab

Oleh: Farhan
Selasa, 21 November 2023 | 08:23 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

PALESTINA - Setelah memborbardir Rumah Sakit Al-Shifa, kebrutalan tentara Israel masih belum berhenti. Kali ini yang diserang adalah RS Indonesia di Gaza. Sejauh ini, tercatat sudah 12 orang tewas akibat serangan itu. Dunia mengutuk, Israel sangat biadab.

Serangan yang dilakukan Israel ke RS Indonesia dilakukan lewat jalur udara dan darat. Tank dan kendaraan militer Israel bergerak ke RS Indonesia dari Beit Hanoun, sebuah kota di tepi timur laut Jalur Gaza sejak Senin (20/11/2023) pagi waktu setempat.

Begitu dirasa cukup dekat, mereka membombardir bangunan lima lantai tersebut dan menembak siapa saja yang bergerak di sekitarnya. Ruang operasi di RS Indonesia ikut menjadi sasaran, dan menyebabkan sejumlah tenaga medis hingga pasien yang dirawat jadi korban.

Kantor berita resmi Palestina, Wafa, sebelumnya melaporkan delapan orang tewas dalam serangan. Belakangan, Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan ada 12 korban sipil yang tewas. Salah satunya adalah petugas medis.

“Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat pendudukan Israel yang menargetkan Rumah Sakit Indonesia,” sebut Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra dikutip Al Jazeera, Senin (20/11/2023).

Diketahui, serangan tersebut menyebabkan asap hitam membumbung tinggi, karena beberapa bagian rumah sakit terbakar. Namun, tidak ada suara sirine petugas pemadam kebakaran yang mendekat karena tentara Israel memblokade jalan.

Dari video yang beredar, langit-langit gedung rumah sakit luluh lantak akibat serangan. Sejumlah alat kesehatan pun rusak berat. Terlihat petugas medis sibuk mengevakuasi pasien dari ruang rawat ke selasar.

Tak hanya itu, terlihat pula banyak pasien yang meninggal di atas ranjangnya. Bahkan ada korban luka yang tergeletak di luar ruang perawatan. Di bagian administrasi rumah sakit juga nampak petugas medis yang tak sanggup berdiri, karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Perempuan dan anak-anak yang menjadi korban serangan ini, hanya bisa menangis dan menanti bantuan datang. Mereka tidak bisa keluar dari rumah sakit akibat kepungan tentara Israel. Petugas medis pun tak bisa berbuat banyak, mereka terpaksa merawat korban di lantai karena kasurnya rusak berat.

Dari video yang beredar juga menunjukkan, jurnalis yang ingin meliput kondisi terkini di rumah sakit ikut menjadi target serangan tentara Israel. Mereka yang tengah mengambil gambar, tiba-tiba berlarian saat dihujani bom dan peluru.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, jumlah korban di RS Indonesia kemungkinan bisa meningkat. Apalagi ditambah terputusnya aliran listrik yang menyulitkan operasi pembedahan untuk menyelamatkan nyawa korban luka.

Padahal, sejak aksi militer Israel ke Palestina, RS Indonesia sudah kekurangan tenaga medis. Kapasitas rumah sakit yang biasanya hanya cukup menampung 140 pasien, dipaksa merawat lebih dari 500 pasien. Apalagi, RS Al-Shifa yang selama ini jadi tempat pengobatan, berhenti beroperasi karena serangan brutal yang dilakukan Israel beberapa hari sebelumnya.

Banyaknya pasien yang harus dirawat, membuat tenaga medis yang jumlahnya terbatas menjadi kewalahan. Banyak pasien yang tidak bisa dirawat di kasur. Para pasien terpaksa tergeletak di lantai-lantai rumah sakit.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengutuk keras serangan Israel ke RS Indonesia di Gaza. Retno menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

Retno juga mendesak semua negara yang memiliki hubungan dekat dengan Israel untuk menggunakan pengaruh dan kemampuannya, agar tercipta gencatan senjata sesegera mungkin. “Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” kata Retno dalam keterangannya, Senin (20/11/2023).

Ia juga menyampaikan ada 3 Warga Negara Indonesia (WNI) di Gaza yang hilang kontak. Mereka merupakan relawan di RS Indonesia. Guna mencarinya, Kemenlu telah menghubungi UNRWA atau Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Gaza untuk menanyakan situasi RS Indonesia dan menghubungi WHO serta Palang Merah Internasional.

“Namun belum mendapatkan jawaban. Saya akan terus berusaha untuk menghubungi berbagai pihak guna memperoleh informasi terkait RS Indonesia dan keselamatan 3 WNI tersebut,” ucap Retno.

Selain itu, Kemenlu juga terus aktif menjalin komunikasi dengan MER-C, sebuah lembaga medis dan kemanusiaan yang ada di Gaza untuk mengetahui nasib 3 WNI. “Mari kita doakan agar mereka selamat dan selalu diberi perlindungan Allah SWT,” pungkasnya.

Di media sosial, serangan brutal Israel ke RS Indonesia di Gaza membuat murka warganet tanah air. Mereka rame-rame mengutuk aksi biadab Israel.

“Rezim zionis membom pasien Palestina di RS Indonesia yang terbaring di ranjang rumah sakit tidak bisa bergerak,” ujar @AfiyahKamila7. “Serangan udara Zionis Israel di dekat RS Indonesia, Sungguh Biadab!” sahut @Muhammad_Saewad.

Netizen lain meminta pemerintah Indonesia bertindak nyata, dan tidak hanya mengecam tindakan Israel. “Please ada tindakan, jangan ngutuk doang,” ujar @septiewiw. “Bu Retno pasti lagi pusing sekarang. Semangat Bu, kami butuh aksi nyata. Ayo perjuangkan RS Indonesia,” timpal @1titik2koma345. “Kutukan yang selama ini terwujud setau saya cuma kutukan emaknya si Malin Kundang,” kicau @Ab7081858Berry.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo