TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Diduga Serangan Jantung, Jemaah Haji Asal Keranggan Wafat Di Makkah

Bawa Stok Obat Dari Rumah

Laporan: Idral Mahdi
Rabu, 05 Juni 2024 | 07:45 WIB
Ilustrasi Haji
Ilustrasi Haji

SETU-Seorang jemaah haji asal Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bernama Amarto Abdullah Samin (63) meninggal dunia di Kota Makkah. Ia meninggal dunia sekira pukul 11.38 WIB pada Senin (3/6).

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Dedi Mahfudin mengatakan, berdasarkan informasi yang yang diterima, almarhum meninggal dunia karena serangan jantung.

Kendati demikian hingga kini dirinya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak Rumah Sakit (RS).

“Hasil resminya belum ada tapi informasinya yang berkembang katanya serangan jantung. Tapi nanti pegangannya hasil pemeriksaan Rumah Sakit Makkah,” ujar Dedi.

Jasad almarhum Amarto Abdullah Samid masih berada di salah satu RS di Kota Makkah. “Saat ini sedang dilakukan pengurusan administrasi dan COD oleh pihak maktab ke KBHI bersama dokter Kloter dan ketua Kloter 45. Janazah masih berada di RS King Faisal Abdul Azies,” terangnya.

Dedi menyebut, jasad almarhum sendiri rencananya akan dimakamkan di Kota Makkah. “Itu nanti akan dimakamkan  di pemakaman di Kota Makkah. Sekarang masih proses di rumah sakit Makkah. Pemakaman khusus jemaah yang meninggal,” pungkasnya.

Anak Almarhum, Muhammad Rizki Septianto mengatakan, pihak keluarga mengaku sempat terguncang mendengar informasi bahwa ayahanda meninggal dunia.

“Sangat terguncang, sangat kaget luar biasa. Walaupun kita sebenarnya sudah ada warning karena memang ada riwayat cuma kita tidak expect saja secepat itu,” kata Rizki, Selasa (4/6).

Rizki mengungkapkan, ayahanda sendiri memang tercatat memiliki riwayat penyakit jantung. Namun pihak keluarga sudah rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bahkan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan ibadah haji.

Hal itu dilakukan agar orang tuanya tetap sehat sehingga dapat menyelesaikan ibadah haji hingga tuntas dan kembali pulang ke tanah air.

“Saya berharapnya tetap bisa menyelesaikan ibadah haji dengan sempurna dan bisa pulang ke tanah air dengan selamat, cuma Allah lebih sayang,” tuturnya.

Ia menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, kondisi orang tuanya dipastikan dalam keadaan baik dan mendapatkan rekomendasi dari dokter yang menangani.

Bahkan almarhum juga membawa beberapa stok obat-obatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak inginkan terjadi selama menjalankan ibadah haji.

“Sebenarnya ada riwayat jantung, cuma masih ada toleransi. Cuma mungkin karena pengaruh umur juga karena beliau sudah berumur 63 tahun jadi mungkin walaupun ada batas toleransi mungkin dia terlalu lelah jadi bisa juga ngedrop,” ungkapnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo