TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Tak Boleh Pelit Ke Rakyat Kecil

Oleh: Kiki Iswara Darmayana
Sabtu, 08 Juni 2024 | 08:00 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SERPONG - Tahun ini dan tahun 2025 masih akan menjadi tahun yang sulit bagi puluhan negara di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika Latin. Hingga pertengahan Mei 2024, sudah 96 negara masuk ke “rumah sakit” IMF (Dana Moneter Internasional). Mereka masuk ke ruang perawatan karena kondisi ekonominya memburuk atau hampir jatuh ke jurang resesi.

Sekarang ini banyak negara pertumbuhan ekonominya di bawah 2 persen. Rakyat di negara-negara tersebut, hidupnya makin sulit. Cari makan sulit, cari kerja sulit, cari tempat tinggal yang layak juga sulit.

Akibatnya, kualitas hidup rakyat di negara-negara yang ekonominya terpuruk, turun drastis. Orang miskin, jadi makin miskin dan hidupnya makin sulit. Bahkan tidak sedikit, yang tak punya uang lagi untuk membeli bahan pangan.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I tahun ini masih cukup baik, yakni tercatat 5,11 persen, langkah antisipasi tetap mesti disiapkan untuk menghadapi kemungkinan memburuknya ekonomi global.

Pertama, genjot produksi beras, sehingga rakyat tak akan kesulitan untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Kedua, kalau pasarnya masih terbuka, segera pacu ekspor non migas. Ketiga, perbanyak proyek padat karya, sehingga korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan orang-orang yang selama ini masih menganggur, bisa bekerja. Ini semua diharapkan mampu mendorong perekonomian rakyat, sehingga bisa berputar lebih cepat.

Ke depan ini, bantuan untuk petani kecil juga mesti ditambah. Pertama, berikan bantuan benih padi bersertifikat. Kedua, naikkan subsidi pupuk. Ketiga, perbaiki saluran irigasi.

Kalau ekonomi rakyat di level bawah bisa tumbuh 5,5-6.0 persen, ekonomi nasional tahun ini dan tahun depan diharapkan tumbuh 5,3-5,7 persen.

Supaya rakyat yang ada di lapisan paling bawah dan orang miskin tetap punya beras, bansos beras mesti diberikan hingga akhir tahun ini.

Jadi ke depan ini, negara tak boleh pelit kepada rakyatnya. Berikan bantuan modal untuk bisnis rakyat kecil yang mengalami kesulitan. Siapkan lapangan kerja baru untuk korban PHK. Berikan bansos tunai dan bansos beras untuk orang miskin dan mereka yang sudah tak punya uang lagi untuk membeli bahan pangan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo