TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Puan Tidak Hard Feeling Ke Kaesang Dan Bobby Nasution

Laporan: AY
Sabtu, 06 Juli 2024 | 08:47 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Hubungan politik PDIP dengan Jokowi dinilai banyak kalangan sudah berakhir. Meski demikian, Ketua DPP PDIP Puan Maharani tetap menunjukkan sikap akrab kepada Jokowi. Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini, juga tak pernah menunjukkan rasa sakit hati atau hard feeling terhadap anak dan menantu Jokowi. 

Suasana kebatinan Puan itu tampak saat dimintai komentar soal anak dan menantu Jokowi yakni Kaesang Pangarep dan Bobby Nasution yang digadang-gadang jadi calon kepala daerah di Pilkada mendatang. Berbeda dengan elite PDIP seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang kerap berkomentar dengan menyisipkan kritik, Puan justru selalu menunjukkan komentar yang lebih lembut, sambil menyisipkan kata-kata pujian.

Lihat saja komentar yang disampaikan Puan saat mengomentari mantu Jokowi, Bobby Nasution, yang akan maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara. Bobby yang menjabat sebagai Wali Kota Medan itu adalah suami Kahiyang Ayu, putri kedua Jokowi. 

Saat ditanya apakah mungkin PDIP akan ikut mengusung Bobby sebagai Cagub Sumut, Puan memberikan komentar diplomatis. Katanya, sampai saat ini partainya belum mengambil keputusan siapa yang akan diusung di Pilgub Sumut. Partainya masih melakukan kajian dan menimbang-nimbang.

"Sampai sekarang belum ada keputusan (DPP), tapi bisa saja dukung Bobby," kata Puan, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (5/7/2024). 

Komentar terbaru disampaikan Puan saat mengomentari kemungkinan Kaesang Pangarep yang maju di Pilgub DKI Jakarta dan Pilgub Jawa Tengah. Kaesang adalah Ketua Umum PSI dan juga putra muda Jokowi. 

Dalam survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis pekan lalu, elektabilitas Kaesang melonjak. Dalam simulasi tertutup, elektabilitas Kaesang menjadi yang paling tinggi dibanding nama lain seperti Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Pacul Wuryanto, dan mantan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. 

Menanggap elektabilitas Kaesang yang melesat itu, Puan ikut memberikan pujian. Perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR itu tak mempersoalkan hasil survei tersebut. Malah ikut memberikan acungan jempol. 

Nggak apa-apa, bagus," puji Puan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Mantan Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu tidak menaruh curiga dengan hasil survei tersebut. Wajar saja jika elektabilitas putra bungsu Jokowi itu lebih tinggi dari para kader PDIP, seperti Bambang Pacul dan mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. "Bagus Kaesang," ujarnya, sambil mengacungkan jempol.

Lalu, apakah PDIP akan mempertimbangkan Kaesang sebagai cagub? "Iya dong, jadi salah satu pertimbangan juga," kata Puan sambil tersenyum antusias.

Wasekjen PDIP, Utut Adianto ikut menjelaskan hubungan PDIP dan Presiden Jokowi. Kata dia, PDIP adalah partai pengusung utama Jokowi. Ada lima kader PDIP yang masih menjadi menteri di pemerintahan Jokowi. Utut pun menegaskan PDIP tidak pernah berseberangan dengan Presiden. 

"Tentu sekali lagi PDIP masih menjadi partai pemerintah. Kami menjadi partai pengusung pemerintah, pengusung dan pendukung utama. Jadi ini belum ditarik," kata Utut di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/7).

Saat ditanya peluang PDIP berhadapan dengan Jokowi di Pilkada Jateng 2024, kata Urut, perbedaan kandidat yang didukung sebagai hal yang biasa. Meski demikian, PDIP akan tetap melihat dinamika politik yang berkembang di lapangan.

"Kami tidak pernah berseberangan dengan Pak Jokowi, kalau beda kandidat ya wajar karena keyakinannya beda," katanya.

Sementara, Pengamat Politik dari Indonesia Politik Opinion (IPO), Dedi Kurniansyah menilai, tak aneh dengan sikap Puan tersebut. Sikap Puan yang lebih santai dan terbuka ini sudah terlihat sejak Pilpres berakhir. Misalnya dalam menyikapi soal hak angket kecurangan pemilu. Membubarkan elite PDIP yang lain yang lebih keras, sikap Puan justru bersikap luwes dan berusaha meredakan situasi. 

Begitu juga dengan Jokowi dan keluarganya. Jika elite PDIP lain menyuarakan penolakan terhadap Jokowi, Puan justru bersikap luwes dan menunjukkan bisa berkomunikasi dengan siapa saja.

"Mbak Puan bisa menjadi jembatan komunikasi antara Bu Mega dan Pak Jokowi," kata Dedi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo