TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Kalau Indonesia Sampai Krisis Beras, Bisa-bisa Diledek Singapura

Laporan: AY
Kamis, 11 Juli 2024 | 08:47 WIB
Mendagri Tito Karnavian pada acara APKASI. Foto : Ist
Mendagri Tito Karnavian pada acara APKASI. Foto : Ist

JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sawah di mana-mana. Menyedihkan kalau sampai kita krisis beras. Bisa-bisa kita diledek Singapura, negeri yang tak punya sawah, tapi nggak pernah krisis beras.

Soal ini sempat jadi obrolan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dengan rekan kuliahnya yang berasal dari Singapura. Tito menuturkan, rekan kuliahnya itu memuji Indonesia karena memiliki segalanya. Terutama, SDA-nya.

“Pak Tito your country has everythings but you have nothing (negara Anda punya segalanya, tapi tidak bisa berbuat apa-apa),” kata Menteri Tito pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/7/2024).

Berbanding terbalik dengan Singapura yang SDA-nya nihil, tapi rakyatnya hidup sejahtera. “Singapura, we have nothing but we have everything (Singapura tidak punya apa-apa, tapi rakyatnya punya segalanya),” ujar Tito.

Menurut Tito, rekannya itu sedang menyindir kemampuan rakyat Indonesia dalam mengelola kekayaan alam. Sedangkan Singapura yang notabene tidak punya SDA, tapi bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Maksudnya kan Indonesia hebat punya sawah banyak, kami (Singapura) satupun nggak punya. Namun di Indonesia krisis beras, kami di sini tidak pernah,” beber Tito.

Obrolan ini, sambung Tito, membuat dirinya merasa tertampar. Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan waktu 20 tahun ke depan untuk mengoptimalkan potensi kekayaan alamnya. Asalkan, semua pihak bisa diajak kerja sama.

“Angkatan kerja kita besar, sumber daya alam melimpah, bentang wilayah luas, kalau tiga persyaratan ini bisa dioptimalkan, kita akan mendominasi pasar dunia,” sebut mantan Kapolri itu.

Sementara, Singapura tidak memiliki 3 syarat tersebut. Sehingga Singapura tidak akan pernah menjadi pemain ekonomi dominan. “Singapura angkatan kerja kecil, kurang dari 5 juta penduduknya, sama dengan Kabupaten Bogor. Kemudian negaranya kecil, lebih besar Batam sama Kepulauan Riau, apalagi SDA nggak punya apa-apa Singapura,” tutur Tito.

Terpisah, menurut Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy menjamin stok beras di Perum Bulog masih dalam kategori aman. Jumlahnya saat ini mencapai 1,5 juta ton.

“Kemudian stok beras Bulog sebagai cadangan beras Pemerintah masih dalam kategori aman. Stoknya mencapai 1.511.399 ton,” jelas Sarwo Edhy saat dihubungi, Rabu (10/7/2024).

Sarwo kemudian merinci, sebanyak 1.484.438 ton beras dari stok tersebut sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sedangkan sisanya 91.782 ton masih dalam perjalanan menuju Indonesia.

“Adapun stok beras ini terdiri dari komersial dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok beras CBP mencapai 1.511.399 ton dan komersialnya sebesar 64.820 ton,” ungkap Sarwo.

“Kebutuhan beras tahunan 31.214.805. Untuk kebutuhan bulanan 2.601.234,” lanjutnya.

Di sisi lain, anggota Komisi IV Daniel Johan meminta Pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan citra Indonesia di mata dunia.

“Iya bikin malu kan, makanya segera berbuat, tidak terus berwacana, yang penting ada kemauan dan keberanian politik, dalam banyak hal bukan hanya pangan,” pungkas Daniel Johan kepada Redaksi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo