TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Muncul Di YouTube

Jokowi Tak Semangat Omongin Jadi Wapres

Laporan: AY
Sabtu, 17 September 2022 | 10:07 WIB
Presiden Jokowi. (Foto : Setpres)
Presiden Jokowi. (Foto : Setpres)

JAKARTA - Presiden Jokowi akhirnya menanggapi wacana presiden dua periode dapat mencalonkan kembali sebagai calon wakil presiden, yang ramai dibincangkan sepekan terakhir.

Eks Wali Kota Solo itu memberikan tanggapan dalam sebuah video singkat yang diunggah di akun YouTube Setpres. Dalam video itu, Jokowi terlihat tak semangat omongin jadi wapres.

Jokowi yang tampil dalam balutan kemeja putih lengan panjang menyampaikan, sepanjang kepemimpinannya, muncul berbagai isu yang menuai polemik.

Mulai dari perpanjangan masa jabatan presiden, dan tiga periode. Kata dia, berbagai wacana itu, sudah dijawabnya dengan tegas. Ia pun menegaskan, berbagai wacana itu bukan berasal darinya. 

Teranyar, muncul wacana presiden dua periode dapat mencalonkan kembali dalam pilpres, sebagai cawapres. Saat diminta tanggapan soal ini, Jokowi enggan berkomentar banyak. 

"Ini muncul lagi jadi wapres (cawapres). Itu dari siapa? Kalau dari saya, akan saya terangkan. Kalau enggak dari saya, saya enggak mau nerangin," ujar Jokowi.

Sekadar latar saja, wacana presiden dua periode boleh maju sebagai cawapres pertama kali disampaikan oleh Jubir MK Fajar Laksono, awal pekan lalu. Fajar mengatakan, konstitusi tidak mengatur secara eksplisit bahwa presiden 2 periode tidak boleh maju sebagai cawapres.

Kata dia, yang diatur secara eksplisit adalah masa jabatan maksimal dua periode yang diatur dalam Pasal 7 UUD 1945. Jadi, kata dia, tak ada peraturan yang melarang presiden dua periode maju sebagai cawapres.

Pendapat Fajar itu dicurigai sebagai karpet merah untuk Jokowi agar bisa kembali bertarung di Pilpres 2024 sebagai cawapres.

Dari wacana ini, sejumlah pihak mendorong Jokowi agar maju kembali di pilpres, bukan sebagai capres, tapi sebagai cawapres. Partai Gerindra misalnya, membuka peluang memasangkan Prabowo dengan Jokowi.

Menanggapi wacana yang terus berkembang, politisi Demokrat Andi Mallarangeng sampai geleng-geleng kepala. Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat itu curiga, wacana ini sebagai akal-akalan pihak tertentu untuk mendorong Jokowi maju lagi menjabat hingga tiga periode.

Andi menjelaskan, pergantian kekuasaan adalah konsekuensi utama dari pembatasan masa jabatan presiden. Karena itu, Ia meminta agar Jokowi legowo menyelesaikan masa jabatan di 2024 dengan baik.

"Setelah itu, biarlah estafet kepemimpinan bangsa dilanjutkan oleh anak bangsa yang lain," kata Andi, dalam keterangan tertulis, kemarin.

Andi lalu membandingkan pemerintahan saat ini dengan jelang berakhirnya masa Presiden SBY.  Ia mengklaim, kala itu tak ada wacana perpanjangan masa jabatan presiden seperti saat ini.

"Presiden SBY menghormati prinsip pembatasan masa jabatan Presiden dari era reformasi. Dua kali cukup. Tidak ada orang di sekeliling Presiden berusaha mencari muka dengan mendorong Presiden SBY untuk tiga periode, apalagi menjadi Cawapres," kata Andi.

Waketum PAN Viva Yoga Mauladi ikut mengritik kemunculan wacana ini. Kata dia, wacana ini dibikin hanya untuk menyudutkan Jokowi. 

"Hanya bikin gaduh, muncul fitnah dan prasangka negatif terhadap presiden, dan tidak berdampak apa-apa bagi kemajuan intelektualitas," kata Viva, kemarin. 

Lalu bagaimana tanggapan pengamat? Pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, wacana tersebut sah saja dalam iklim demokrasi, termasuk memasangkan Prabowo-Jokowi.

Hanya saja, kata dia, apakah Jokowi mau jadi cawapres? Menurut Pangi, wacana ini hanya untuk merendahkan wibawa dan martabat Jokowi yang pernah menjadi presiden dua periode. 

"Saya tak yakin Jokowi mau digandeng menjadi cawapres. Jokowi tampaknya masih lebih tertarik dengan ide tiga periode. Faktanya, Jokowi cenderung  membiarkan wacana tersebut terus dilantangkan," kata Pangi, kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group), tadi malam. 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo