TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Mas Menteri Nadiem Pamerin Kurikulum Merdeka Ke Amrik

Laporan: AY
Senin, 19 September 2022 | 14:06 WIB
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. (Ist)
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. (Ist)

JAKARTA - Kurikulum Merdeka Belajar kini sudah dikenalkan sampai ke Amerika Serikat. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sendiri yang mengenalkanya sampai ke negeri Paman Sam tersebut.

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan bentuk transformasi sistem pendidikan di Indonesia yang diusung oleh nadiem makarim sebagai Mendikbudristek.

Dengan bangga, Nadiem memaparkan bentuk Kurikulum Merdeka Belajar ke banyak tokoh dan pejabat saat melakukan lawatan ke AS.

Pendiri GoJek Indonesia ini menerangkan, lawatan tersebut memiliki dua misi utama. Pertama, untuk mendorong kerja sama. Dan kedua, menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam hal transformasi sistem pendidikan.

“Peluang kerja sama antara lain di bidang pendidikan tinggi dengan sejumlah universitas dan di bidang kebudayaan dengan institusi riset dan permuseuman top dunia yang berkedudukan di Amerika Serikat,” kata nadiem dalam keterangannya usai memberikan kuliah umum di New York University (NYU), Sabtu (17/9) waktu Indonesia.

Sementara untuk urusan transformasi, Kemendikbudristek mengenalkan beragam terobosan-terobosan yang terdapat di dalam Merdeka Belajar.

Ia ingin menyampaikan bahwa pendidikan Indonesia saat ini sudah berubah jauh lebih baik ketimbang masa sebelumnya.

“Visi saya adalah untuk tidak lagi mengejar ketertinggalan, tapi menjadikan Indonesia pemimpin perubahan, sehingga men jadi contoh negara-negara lainnya,” tuturnya.

Diterangkannya, terobosan-terobosan Merdeka Belajar telah menjadi dasar dari agenda prioritas G20 bidang pendidikan. Penyelenggaraan G20 di bidang pendidikan telah tuntas pada Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan G20 di Bali (1/9).

Ia mengatakan, atas dasar dukungan negara-negara G20 maka hasil kerja G20 bidang pendidikan tersebut nantinya akan disampaikan Mendikbudristek pada United Nations Transforming Education Summit.

Acara itu merupakan rangkaian dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (19/9) mendatang di kota New York.

Nadiem memberikan kuliah umum di New York University. Di hadapan mahasiswa dari berbagai belahan dunia, dia menjabarkan panjang lebar mengenai inovasinya di dalam Merdeka Belajar.

Beragam tantangan yang ada di Indonesia yang merupakan sistem pendidikan terbesar ke empat di dunia dibeberkan Nadiem.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah sudah menyiapkan solusi yang dihadirkan jajarannya di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Para peserta kuliah umum antusias bertanya kepada Mendikbudristek. misalnya saja Jamie Dehouck, yang tahu betul bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas.

Jamie merasa penasaran tentang proses pemerataan pendidikan. Ia menanyakan, bagaimana menteri Nadiem menangani permasalahan pendidikan di daerah kepulauan.

“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya masif untuk menciptakan kondisi dimana hasil dari transformasi tidak dapat diputarbalikkan ke kondisi semula,” jawab Nadiem.

Namun, upaya masif ini juga berarti ada potensi perbedaan kualitas hasil. Menurutnya, pendekatan yang intensif dan adaptif di sejumlah daerah tetap dilakukan.

“Kami lanjutkan agar semua dapat merasakan manfaat dari perubahan sekarang ini,” lanjutnya.

Terkait keberlanjutan transformasi Merdeka Belajar, Nadiem menegaskan, pihaknya akan memperkuat sumber daya manusia (SDM) atau tenaga pengajar dengan beragam pembekalan.

"Praktiknya dapat terus berlangsung meski berganti pemerintahan,” imbuh nadiem.

Salah satu upaya penguatan SDM adalah melalui program guru Penggerak. animo tinggi terhadap program ini membuat program Guru Penggerak menjadi kebanggaan Nadiem.

“Program ini merupakan program yang paling saya banggakan. Guru penggerak bertujuan untuk menciptakan pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Di sini kami ajarkan leadership hingga management,” tutur Nadiem.

Kemendikbudristek sendiri menetapkan target 405 ribu jumlah guru penggerak hingga akhir tahun 2024.

Untuk menjadi guru penggerak, guru harus mengikuti pendidikan selama 6 bulan. Selama mengikuti proses pendidikan, peserta yang lolos seleksi Program guru Penggerak akan mendapatkan sejumlah keuntungan.

Antara lain Pendidikan guru penggerak selama 6 bulan dan pengembangan kompetensi dalam Lokakarya bersama.

Lalu Peningkatan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid.

Ada juga pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing serta terstruktur. Serta, masih banyak keuntungan lainnya.

Direktur Pendidikan Interna sional pada Fakultas Kebudayaan, Pendidikan, dan Pembangunan Manusia New York University Dana Brude mengatakan, pertemuan dengan Kemendikbudristek Indonesia sangat bermanfaat.

Menurutnya Indonesia akan mengalami perubahan besar jika program tersebut berjalan secara rencana.

"Dia seorang pemimpin yang tengah mentransformasi sistem pendidikan terbesar keempat,” puji Brudge.

Ia juga menyebutkan bahwa Amerika sebagai sistem pendidikan ketiga terbesar di dunia sangat bangga disinggahi Nadiem dan jajarannya. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo