TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Ngaku Kuasai Wilayah, Dua Preman Peras dan Aniaya PKL di BKT

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 01 Januari 2026 | 11:17 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA – Aksi pemerasan disertai kekerasan yang dilakukan dua pria di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, berujung penangkapan. Keduanya diduga memalak pedagang kaki lima (PKL) dengan alasan penarikan uang kebersihan, sambil mengintimidasi dan melakukan penganiayaan.

 

Dua pelaku masing-masing berinisial SH (52) dan SA (36). Polisi menyebut SH berperan meminta uang kepada korban dengan ancaman senjata tajam berupa pisau.

 

“Pelaku SH meminta uang kebersihan dengan mengancam korban menggunakan senjata tajam bersama rekannya,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, Kamis (1/1/2026).

 

Sementara itu, SA yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir turut melakukan kekerasan fisik. Ia menyundul korban hingga menyebabkan luka pada hidung.

 

“Akibat tindakan SA, korban mengalami luka di hidung dan mengeluarkan darah,” jelas Alfian.

 

Kedua pelaku kini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.

 

Peristiwa ini terjadi di belakang Perumahan Cipinang Indah, tepatnya di sekitar Jembatan BKT, Jakarta Timur, pada Kamis (25/12). Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video penganiayaan beredar luas di media sosial.

 

Dalam video yang viral, tampak seorang PKL mengalami luka parah di wajah setelah dianiaya. Korban disebut diserang karena menolak permintaan uang sebesar Rp200 ribu yang diminta para pelaku.

 

Rekaman juga memperlihatkan adu mulut sebelum aksi kekerasan terjadi. Korban diketahui menolak karena baru membuka lapak dan belum mendapatkan penghasilan.

 

Selain satu korban utama, PKL lainnya juga dilaporkan mengalami luka di tangan saat berusaha menangkis senjata tajam yang dibawa pelaku.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit