TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

61 Kasus Kebakaran Terjadi Di Tangsel Sepanjang 2025

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 05 Januari 2026 | 07:20 WIB
KEBAKARAN. Petugas Damkar Tangsel saat melakukan pemadaman terhadap rumah yang kebakar.
KEBAKARAN. Petugas Damkar Tangsel saat melakukan pemadaman terhadap rumah yang kebakar.

CIPUTAT-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sebanyak 61 kasus kebakaran terjadi sepanjang 2025. Jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 100 kasus.

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri mengatakan, penurunan angka kebakaran tersebut menunjukkan efektivitas upaya pencegahan yang selama ini dilakukan.

 

“Sepanjang 2025 tercatat 61 kasus kebakaran. Angka ini turun cukup jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Ini tidak lepas dari upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar pria akrab disapa Adam ini, Minggu (4/1).

 

Berdasarkan data Damkar Tangsel, kebakaran permukiman masih menjadi kasus yang paling banyak terjadi sepanjang 2025. Selain itu, kebakaran juga terjadi pada bangunan usaha, kendaraan, serta lahan terbuka. Sebagian besar kejadian dipicu oleh kelalaian penggunaan listrik dan api terbuka, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.

 

“Sedangkan secara wilayah, kasus kebakaran tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerang Selatan, dengan konsentrasi lebih banyak di kawasan permukiman padat seperti Pondok Aren, Ciputat, dan Pamulang, meski secara umum jumlah kejadian di masing-masing wilayah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” paparnya.

 

Selanjutnya selain kasus kebakaran, sepanjang 2025 petugas juga menangani 203 operasi penyelamatan non-kebakaran. Kegiatan tersebut didominasi evakuasi hewan liar dan peliharaan.

 

 Rinciannya, evakuasi sarang tawon atau lebah sebanyak 50 kasus, evakuasi ular 58 kasus, evakuasi biawak, tokek, dan buaya 28 kasus, serta evakuasi kucing dan musang sebanyak 16 kasus. Sementara itu, evakuasi monyet tercatat 4 kasus.

 

Selain evakuasi hewan, Damkar Tangsel juga melakukan 6 evakuasi pohon tumbang, 2 evakuasi korban kecelakaan di gedung atau rumah, serta 27 kegiatan penyelamatan lainnya, seperti melepas cincin yang sulit dilepas dan bantuan teknis non-kebakaran.

 

Adam menegaskan, tingginya jumlah operasi non-kebakaran menunjukkan luasnya peran Damkar dalam pelayanan keselamatan masyarakat.

 

“Damkar tidak hanya memadamkan api. Kami hadir membantu warga dalam berbagai situasi yang membahayakan keselamatan, termasuk penyelamatan hewan dan kejadian non-kebakaran lainnya,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, upaya pencegahan kebakaran terus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi, serta dukungan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang kini telah menyebar hingga tingkat RT dan RW di hampir seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan.

 

“Peran Redkar sangat membantu dalam memberikan edukasi dini dan respons awal di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit