TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Akibat Tumor Di Kepala

Sempat Diduga Akibat Perundungan

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Senin, 05 Januari 2026 | 07:15 WIB
Ist.
Ist.

SERPONG-Penyebab kematian siswa SMPN 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya terungkap. Bukan akibat perundungan, melainkan siswa tersebut meninggal dunia karena sakit tumor di kepala. 

 

Kepolisian memastikan penyebab kematian itu akibat tumor. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah kepolisian melakukan rangkaian penyelidikan mendalam serta pemeriksaan medis yang melibatkan saksi dan sejumlah ahli.

 

Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang mengatakan, penyelidikan dilakukan secara komprehensif dengan memeriksa berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan korban, baik dari lingkungan sekolah, rumah sakit, hingga keluarga.

 

“Empat saksi dari pihak sekolah, yaitu kepala sekolah dan guru. Kemudian dua saksi dari pihak Rumah Sakit Fatmawati, lima saksi teman sekelas korban termasuk terduga pelaku, serta tiga saksi dari orang tua dan keluarga korban,” kata Victor, Sabtu (3/1).

 

Selain memeriksa saksi, polisi juga melibatkan enam orang ahli dari berbagai bidang untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif dan berbasis ilmiah.

 

“Alasan kami melibatkan banyak ahli karena kami ingin penyelidikan ini komprehensif, berbasis bukti ilmiah, sekaligus meluruskan penyebab kematian, rangkaian peristiwa di tempat kejadian perkara, dan faktor medis lainnya,” ujar Victor.

 

Enam ahli yang dilibatkan terdiri dari dokter spesialis mata, dokter spesialis anak, dokter spesialis neurologi anak, dokter umum, dokter forensik, serta ahli pidana.

 

Sementara, ahli forensik RSUD Kabupaten Tangerang, Liauw Djai Yen menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat tumor di bagian kepala yang memicu pendarahan serta penyumbatan aliran cairan di otak.

 

“Dapat disimpulkan sebab kematian pasien adalah tumor di kepala. Tumor tersebut menimbulkan pendarahan yang menyumbat saluran cairan otak, menyebabkan gangguan pernapasan hingga akhirnya meninggal dunia,” jelas Liauw.

 

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dilakukan di RS Fatmawati, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. “Dari hasil MRI di RS Fatmawati, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya.

 

Dengan hasil penyelidikan tersebut, kepolisian berharap informasi yang berkembang di masyarakat dapat diluruskan dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran terkait penyebab meninggalnya korban.

 

Semula pihak keluarga menceritakan korban sempat masuk rumah sakit setelah kepalanya dihantam kursi oleh siswa lain saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sejak peristiwa tersebut kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit