TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pembuangan Sampah ke Cilowong Dihentikan Sementara

Warga Taktakan Tolak Kiriman Sampah dari Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Ari Supriadi
Selasa, 06 Januari 2026 | 19:32 WIB
Sejumlah warga Kecamatan Taktakan menggelar aksi unjuk rasa menolak kiriman sampah dari Tangsel ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Selasa (6/1/2025).(tangselpos.id/rie)
Sejumlah warga Kecamatan Taktakan menggelar aksi unjuk rasa menolak kiriman sampah dari Tangsel ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Selasa (6/1/2025).(tangselpos.id/rie)

CIPUTAT — Gelombang penolakan terhadap kerja sama pembuangan sampah antara Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Serang kembali menguat. Sejumlah warga Kecamatan Taktakan menggelar aksi unjuk rasa menolak kiriman sampah dari Tangsel ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Selasa (6/1/2025).

 

Aksi penolakan tersebut berlangsung di depan Kantor Kecamatan Taktakan. Warga menyuarakan keberatan atas kebijakan pengelolaan sampah lintas daerah yang dinilai tidak memperhatikan aspirasi dan kepentingan masyarakat setempat, khususnya warga yang tinggal di sekitar TPA Cilowong.

 

Warga menilai keberadaan TPA Cilowong selama ini telah menimbulkan berbagai dampak lingkungan. Rencana masuknya sampah dari luar daerah, termasuk dari Tangsel, dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi lingkungan dan kenyamanan warga.

 

"Satu kata, tolak. Tolak sampah dari Kabupaten Serang dan Tangsel. Taktakan ini dianaktirikan, tapi demi uang kini diperhatikan," ujar salah seorang warga saat berorasi di depan Kantor Kecamatan Taktakan.

 

Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan warga diarahkan mengikuti audiensi bersama pemerintah daerah yang digelar di Aula KH. Tb. Achmad Chatib Kecamatan Taktakan. Audiensi dihadiri Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin, Ketua Satgas Investasi dan Pembangunan Wahyu Nurjamil, Kepala Dinas Sosial M. Ibra GH, Kepala Dinas Kesehatan Ahmad Hasanudin, Camat Taktakan M. Mamat Rahmat, Kapolsek Taktakan AKP Malk. ABR, serta sejumlah pejabat lainnya.

 

Seiring berlangsungnya audiensi, puluhan warga terus berdatangan hingga memadati aula dan sejumlah sudut Kantor Kecamatan Taktakan. Suasana sempat riuh lantaran warga bersikeras menolak kebijakan pengiriman sampah tersebut. Teriakan penolakan terdengar di tengah jalannya dialog.

 

"Tolak, tolak, tolak," teriak sejumlah warga sambil merekam jalannya audiensi menggunakan ponsel.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Rici mengatakan, penghentian sementara pengiriman sampah dari Kota Tangsel ke TPA Cilowong menyusul adanya keluhan masyarakat terkait bau menyengat dan ceceran air lindi di sepanjang jalur perlintasan.

Kata dia, penghentian sementara ini bertujuan untuk mengevaluasi secara menyeluruh aspek teknis dan sosial di lapangan. Pihaknya juga akan memperketat pengawasan pengiriman sampah di dua check point. Lokasi check point pertama di kilometer 68 dan titik kedua berada di daerah Jakung.

 

Saat ini, DLH Kota Serang telah melayangkan surat kepada DLH Kota Tangerang Selatan mengenai penghentian sementara ini. Kelanjutan kerja sama pembuangan sampah ini akan bergantung pada hasil evaluasi objektif mengenai kesiapan TPA Cilowong serta kondisi sosial masyarakat.

 

"Tahapan ini kita sampaikan secara objektif kepada Pak Walikota. Untuk sore ini setop sementara," tegas Farach.

 

Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bani Khosyatulloh, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Pemerintah Kota Serang terkait penghentian sementara pengiriman sampah ke TPA Cilowong.

 

"Iya, betul kita sudah diberi info dari Serang," ujar Bani.

 

Ia menjelaskan, penghentian pengiriman tersebut bersifat sementara sambil menunggu hasil koordinasi lebih lanjut antara pemerintah daerah. Menurutnya, Pemkot Tangsel kini tengah menyiapkan sejumlah alternatif agar pengelolaan sampah tetap berjalan.

 

"Sementara ini dihentikan sekitar satu minggu. Kita sedang berupaya mencari solusi lain, baik ke daerah lain maupun melalui kerja sama dengan pihak swasta," tegasnya. (*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit