TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Gelar Upacara HAB Ke-80, UIN Jakarta Anugerahkan Satyalancana Karya Satya

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 07:15 WIB
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 di Lapangan Student Center, Senin (5/1).
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 di Lapangan Student Center, Senin (5/1).

CIPUTAT TIMUR-Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 di Lapangan Student Center, Senin (5/1). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” sebagai refleksi 80 tahun perjalanan Kementerian Agama dalam merawat kerukunan bangsa.

  

Upacara dihadiri Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar, jajaran wakil rektor, kepala biro, para dekan, serta seluruh sivitas akademika UIN Jakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN Jakarta.

 

Suasana semakin khidmat saat pembacaan Pancasila dipimpin Kepala Subbagian Tata Usaha Sekolah Pascasarjana, Afif Ahmad Faisal. Selanjutnya, naskah Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh Kepala Pusat Layanan Kerja Sama Internasional, Arif Zamhari.

 

Bertindak sebagai inspektur upacara, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar membacakan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang harus terus dirawat. Kementerian Agama dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan, terutama di tengah tantangan era digital.

 

Asep juga menyoroti perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI). Ia menyampaikan pesan Menteri Agama agar Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama tidak menjadi penonton di tengah pesatnya perubahan teknologi.

 

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, kita harus memiliki kedaulatan AI. Jika dahulu para ulama mewarnai dunia melalui literasi, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan menyejukkan,” ujar Asep. 

 

Ia menambahkan, bahwa algoritma masa depan harus dikawal agar tidak hampa dari nilai ketuhanan dan teknologi harus menjadi alat pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Untuk itu, ASN didorong agar menjadi pribadi yang lincah dan adaptif.

 

 “Responsif artinya cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. Nilai-nilai ini merupakan warisan tradisi keagamaan yang harus terus diaktualisasikan,” tambahnya.

 

Peringatan HAB ke-80 di UIN Jakarta juga dirangkaikan dengan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah pegawai. Penghargaan ini diberikan kepada PNS dan ASN atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, serta kedisiplinan dalam masa kerja 10, 20, dan 30 tahun secara berkelanjutan.

 

Salah satu penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun, Gun Gun Heryanto menyampaikan, bahwa perjalanan karier sebagai ASN merupakan proses pengendalian diri yang menuntut dedikasi, loyalitas, dan konsistensi.

 

Sementara, penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun, Yanuareza Hawa Zefrida mengungkapkan, dinamika menjadi ASN di era modern yang penuh tantangan dan perubahan.

 “Sepuluh tahun ini sangat dinamis. Kami mengikuti berbagai perubahan regulasi, tantangan baru, dan arahan mandatori. ASN harus siap siaga, terus belajar, dan terus bertumbuh,” ujarnya.

 

Adapun penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun diberikan kepada Ismatu Ropi dan Mardawati. Untuk kategori 20 tahun diterima oleh Gun Gun Heryanto dan M. Zaki Mubarak. Sementara, kategori 10 tahun dianugerahkan kepada Yanuareza Hawa Zefrida dan Bambang Ruswandi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit