TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pemkab Tangerang Gencarkan Imunisasi Balita Dan Cegah Stunting

Reporter & Editor : Redaksi
Kamis, 08 Januari 2026 | 08:00 WIB
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid tengah menabuh genderang tanda Launching Gerebek Posyandu 2026 yang digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid tengah menabuh genderang tanda Launching Gerebek Posyandu 2026 yang digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1).

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menguatkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui pelaksanaan imunisasi balita, pemantauan tumbuh kembang anak serta peningkatan gizi ibu hamil. Upaya tersebut ditandai dengan Launching Gerebek Posyandu 2026 yang digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1).

 

Mengusung pesan ‘Pantau Berat Badan dan Tinggi Badan Balita serta Gizi Ibu Hamil Secara Teratur dan Imunisasi lengkap Untuk Cegah Stunting’ menjadi langkah strategis Pemkab Tangerang dalam mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

 

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Gerebek Posyandu merupakan penguatan dari aktivitas Posyandu yang sejatinya sudah berjalan rutin sejak 2 Januari kemarin, namun pencanangan besarnya dilaksanakan secara terpusat di Balaraja.

 

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin,red), kita hadir di Villa Permata Balaraja untuk memulai pencanangan Gerebek Posyandu se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan Posyandu sebenarnya sudah berjalan, namun baru kita canangkan secara resmi sebagai gerakan bersama,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pelayanan Posyandu meliputi imunisasi balita, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Posyandu juga berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan gratis yang mudah diakses masyarakat.

 

“Posyandu itu berada dekat dengan lingkungan masyarakat. Warga tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas atau rumah sakit. Imunisasi balita, PMT hingga pemeriksaan ibu hamil semuanya bisa dilayani di Posyandu,” ucapnya.

 

Dia menambahkan, sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memiliki enam bidang layanan, yakni kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, perlindungan masyarakat dan sosial.

 

“Posyandu bukan hanya tempat kegiatan kesehatan, tetapi pusat pelayanan masyarakat dengan enam komponen. Model ini akan terus kita sosialisasikan ke desa-desa agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tambahnya.

 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmidzi menjelaskan, PMT bagi balita dan ibu hamil bersumber dari berbagai pendanaan, baik Dana Desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang, maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dari Kementerian Kesehatan.

 

“PMT penyuluhan bertujuan mendorong masyarakat datang ke Posyandu dan bersumber dari Dana Desa. Sedangkan PMT pemulihan diberikan kepada balita dengan berat badan menurun, berisiko stunting atau gizi buruk, yang dananya berasal dari APBD dan APBN,” jelasnya.

 

Dirinya menyebutkan, pada tahun 2026 Pemkab Tangerang menargetkan PMT pemulihan untuk sekitar 12.000 balita bermasalah gizi dan sekitar 5.000 ibu hamil berisiko. Seluruh sasaran akan melalui proses skrining di Posyandu untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat.

 

“Intervensinya bisa berupa pemantauan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, PMT hingga rujukan ke dokter spesialis di rumah sakit bila diperlukan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Gerebek Posyandu merupakan inovasi lintas sektor yang dimulai sejak 2024 untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah perkampungan yang selama ini sulit menjangkau layanan kesehatan.

 

“Dengan dukungan camat dan kepala desa, kita ingin memetakan secara akurat balita dan ibu hamil berisiko. Alhamdulillah, angka balita berisiko stunting sudah menurun signifikan dari sekitar 17 ribu menjadi sembilan ribuan, terutama di wilayah Pantura dan beberapa kecamatan lainnya,” pungkasnya

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit