TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Wabup Iing Ingatkan SPPG Jaga Kualitas Gizi Program MBG

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Jumat, 09 Januari 2026 | 18:32 WIB
Acara grand launching SPPG Sobang Jaya yang dikelola oleh Yayasan Bima Sakti, di Kampung Cibintarok, Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Jumat (9/1/2026).(Istimewa)
Acara grand launching SPPG Sobang Jaya yang dikelola oleh Yayasan Bima Sakti, di Kampung Cibintarok, Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Jumat (9/1/2026).(Istimewa)

PANDEGLANG - Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Iing Andri Supriadi menegaskan bahwa kualitas gizi makanan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebab, SPPG merupakan dapur utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

 

“SPPG ini dibentuk untuk mendukung program mulia Bapak Presiden. Kita semua harus menyukseskannya. Jangan sampai ada kasus keracunan atau masalah lain akibat kelalaian dalam pengolahan makanan,” ujar Wabup Iing, saat menghadiri grand launching SPPG Sobang Jaya yang dikelola oleh Yayasan Bima Sakti, di Kampung Cibintarok, Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Jumat (9/1/2026), melalui siaran pers yang diterima tangselpos.id.

 

Menurutnya, kualitas bahan pangan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan harus benar-benar sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia optimi seluruh SPPG di Kabupaten Pandeglang mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik. “Saya yakin SPPG sudah mengikuti standar yang dibuat oleh BGN. Tinggal bagaimana konsistensi dalam pelaksanaannya agar program ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.

 

Selain menekankan kualitas gizi, Wabup Iing juga meminta agar pengelola SPPG memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal. Ia menginstruksikan agar proses rekrutmen relawan melibatkan minimal 70 persen warga setempat di wilayah domisili SPPG. “Saya minta 70 persen relawan berasal dari warga sekitar, sisanya boleh dari luar desa. Kurang lebih setiap SPPG merekrut 40 sampai 50 relawan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala SPPG Sobang Jaya, Anwar Mujahidin, menyampaikan, bahwa pembentukan dan operasional SPPG Sobang Jaya telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh BGN. “Jumlah relawan sebanyak 47 orang, satu orang akuntan, satu ahli gizi, dan satu kepala SPPG. Semua sudah dipersiapkan untuk memastikan pelayanan gizi berjalan optimal,” ungkap Anwar.

 

Ia berharap, dengan diresmikannya SPPG Sobang Jaya, program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan di Kecamatan Sobang.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit