Iran Membara, 2.500 Demonstran Tewas dalam Gelombang Protes
IRAN - Iran dilanda gelombang unjuk rasa besar sejak 28 Desember 2025 yang dipicu krisis ekonomi parah. Aksi protes yang bermula di Grand Bazaar Teheran itu berkembang menjadi gerakan nasional menentang Pemerintah dan berujung bentrokan berdarah.
Kelompok HAM Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat 2.571 orang tewas, terdiri dari 2.403 demonstran, 147 pihak berafiliasi dengan pemerintah, 12 anak, dan 9 warga sipil. Lebih dari 10.700 orang dilaporkan ditahan. Pemerintah Iran mengakui adanya korban, namun belum merilis angka resmi.
Di tengah tekanan tersebut, puluhan ribu massa pro-Pemerintah menggelar aksi tandingan di Teheran. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menuding Barat, khususnya Amerika Serikat dan Israel, berada di balik kerusuhan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut hadir dan berjanji memperbaiki kondisi ekonomi.
Krisis ekonomi menjadi pemicu utama gejolak. Nilai tukar rial Iran anjlok drastis hingga menembus 1.000.010 rial per dolar AS, memicu inflasi di atas 52 persen. Pemerintah berjanji mengendalikan mata uang dan harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyebut unjuk rasa awalnya berlangsung damai, namun kemudian disusupi kelompok kekerasan yang diduga digerakkan dari luar negeri.
Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendukung demonstran dan mengancam akan melakukan intervensi, meningkatkan ketegangan geopolitik kawasa
Olahraga | 7 jam yang lalu
TangselCity | 16 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 23 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


