Longsor Gunung Burangrang , Timbun 30 Rumah,10 Orang Meninggal
JAWA BARAT - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memicu longsor di kawasan lereng Gunung Burangrang, Cisarua, Sabtu (24/1/2026).
Longsor tersebut menimbun 30 rumah dan menewaskan 10 orang. Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari mengikis struktur tanah di lereng gunung hingga akhirnya runtuh.
Material tanah bercampur lumpur menghantam permukiman warga yang saat itu tengah beristirahat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengonfirmasi, selain 10 korban meninggal dunia, sebanyak 84 orang masih dinyatakan hilang.
Korban meninggal ditemukan di dua lokasi berbeda. Delapan orang berasal dari Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sementara dua korban lainnya ditemukan di Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsoran tanah juga menimbun 30 rumah warga, satu di antaranya mengalami kerusakan berat. Kondisi tanah yang masih labil memaksa sekitar 400 warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna mencegah jatuhnya korban susulan.
Tim SAR gabungan segera diterjunkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Namun, hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut membuat proses pencarian terpaksa dihentikan sementara.
Kita tidak pernah tahu kondisi di mahkota longsoran. Aliran air yang membawa material tanah berpotensi memicu longsor susulan,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, di lokasi pencarian.
Ade menyebut, cuaca yang tidak menentu serta kontur tanah yang berlumpur menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Meski demikian, tim SAR terus melakukan asesmen lapangan dan menyiapkan akses guna mempermudah pencarian yang direncanakan dilanjutkan pada Minggu (25/1/2026).
Terkait kemungkinan penggunaan alat berat, Ade menegaskan kondisi medan tidak memungkinkan. “Medannya berlumpur dan labil. Dalam kondisi seperti ini, alat berat tidak memungkinkan untuk beroperasi,” ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan telah bergerak cepat ke lokasi kejadian. Fokus utama adalah pencarian 84 orang yang dilaporkan hilang serta penanganan pengungsi.
Untuk penanganan korban dan pengungsi, kami telah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan, termasuk posko Basarnas,” kata Bambang.
Ia menyebut, para pengungsi masih membutuhkan bantuan mendesak seperti matras, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya karena masih berada di lokasi penampungan sementara. Pasokan logistik terus diupayakan, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mulai disalurkan ke wilayah terdampak.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut membantu proses evakuasi tiga korban. Medan yang dipenuhi lumpur membuat evakuasi berlangsung dramatis, bahkan membutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengevakuasi satu jenazah.
“Posisinya orang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut. Lalu tertimpa pohon dan batu. Jenazah berada di selasela material tersebut sehingga cukup sulit dievakuasi,” ujar Dedi yang akrab disapa KDM.
KDM menginstruksikan petugas gabungan untuk melakukan pencarian secara menyeluruh terhadap warga yang masih dilaporkan hilang, dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas mengingat potensi longsor susulan masih tinggi dan hujan masih mengguyur kawasan tersebut.
Ia juga menyoroti alih fungsi lahan di kaki Gunung Burangrang yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor. Menurutnya, dengan tingkat kemiringan yang ada, kawasan tersebut seharusnya menjadi hutan, bukan lahan perkebunan.
“Kita sudah salah sejak awal. Daerah-daerah seperti ini tidak layak menjadi kebun sayur, seharusnya menjadi hutan bambu,” tegasnya.
Di hadapan para pengungsi, KDM menjanjikan relokasi bagi warga yang rumahnya hancur disapu longsor. Selain itu, ia akan memberikan santunan uang tunai sebesar Rp 25 juta bagi setiap keluarga korban yang meninggal dunia.
Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah berada di Desa Pasirlangu untuk melakukan proses identifikasi korban meninggal dunia.
“Kami sudah berkoordinasi. Posko DVI telah didirikan dan terintegrasi dengan posko Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat,” kata Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra.
Pos Banten | 14 jam yang lalu
Pos Banten | 15 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu


