Bencana Reda di Sumatera, Ancaman Cuaca Ekstrem Bergeser ke Jawa
JAWA BARAT - Gelombang bencana di sejumlah wilayah Sumatera mulai mereda, namun ancaman kini bergeser ke Pulau Jawa. Dalam beberapa pekan terakhir, cuaca ekstrem memicu banjir dan longsor di berbagai daerah, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman.
Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemerintah mulai beralih dari penanganan darurat ke pemulihan jangka menengah dan panjang. Fokus utama saat ini adalah penyediaan hunian bagi warga terdampak. Pembangunan hunian sementara (huntara) terus dipercepat, salah satunya di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk 816 kepala keluarga. Pengerjaan dilakukan bersama oleh Danantara, Kementerian PU, dan BNPB.
Selain hunian, pemerintah menyiapkan kompensasi perumahan, perbaikan infrastruktur, serta pemulihan fasilitas publik guna memperlancar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Jawa justru dilanda rangkaian bencana. Longsor besar terjadi di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Hingga Minggu, tercatat 16 orang meninggal dunia dan 74 orang masih dalam pencarian, dengan puluhan rumah tertimbun.
Longsor juga terjadi di Bogor Barat yang menutup saluran drainase, serta pergerakan tanah di Bojongkoneng yang meretakkan sembilan rumah warga. Di Jawa Tengah, banjir dan longsor masih melanda Kabupaten Pati. Status tanggap darurat diperpanjang hingga 6 Februari 2026 karena 51 desa masih terdampak.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


