Insiden di SMAN 6 Pandeglang Diselesaikan Melalui Musyawarah
Biaya Pengobatan Siswa Ditanggung Hingga Sembuh
PANDEGLANG - Insiden robohnya tiang besi di SMAN 6 Pandeglang yang mengakibatkan korban luka sembilan siswa (sebelumnya disebutkan enam siswa), diselesaikan melalui proses musyawarah. Artinya, semua pihak yang terlibat baik sekolah, vendor penyedia panggung maupun korban yang diwakili orang tua maupun wali bersepat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
Kepala SMAN 6 Pandeglang, Nursalim menyatakan, Sabtu (24/1/2026) malam sudah ada kesepakatan penyelesaian atas insiden tersebut secara kekeluargaan. Bahkan surat perjanjian selesai ditandatangi di atas meterai oleh pihak sekolah, vendor, dan sembilan orang tua siswa.
“Kami menyepakati ini adalah musibah yang tidak bisa dihindarkan oleh siapapun, sehingga semuanya legowo untuk turut menyelesaikan sampai tahapan-tahapan yang terbaik. Alhamdulillah hari ini semuanya selesai, surat sudah ditandatangani oleh semua pihak, tinggal kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ungkap Nursalim, saat ditemui di SMAN 6 Pandeglang, Senin (26/1/2026) sore.
Dikatakannya, dalam surat perjanjian tersebut disepakati terkait biaya pengobatan terhadap sembilan siswa. Dari sembilan siswa, tujuh siswa sudah diperbolehkan pulang dan dua lainnya masih perlu mendapat perawatan intensif di RSUD Berkah Pandeglang. Bahkan hari ini pihaknya juga sudah mengunjungi seluruh siswa yang menjadi korban dan menyampaikan permohonan maaf serta kesiapan untuk bertanggungjawab atas semua biaya pengobatan serta pemulihan psikisnya.
“Siswa yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah menunjukkan perkembangan pemulihan yang positif. Saat ini masih ada dua orang siswa yang dirawat di rumah sakit, namun kondisinya sudah tertangani dengan baik dan diperkirakan bisa pulang dalam satu atau dua hari ke depan,” tambahnya.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan kesehatan sembilan siswa dan rencananya besok juga akan dilaksanakan kegiatan trauma healing (layanan dukungan psikososial) bagi siswa Kelas XII di sekolah.
Sementara, Agung Septiadi vendor penyedia panggung, mengatakan bersama pihak sekolah sudah menyepakati mengenai biaya pengobatan terhadap sembilan siswa yang menjadi korban. Dirinya sempat menjenguk para korban dan menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya musibah tersebut. “Alhamdulillah sudah ada hasil mediasi, semua pihak mau menyelesaikan ini secara kekeluargaan,” ujar Agung.
Orang Tua Siswa Menyepakati Hasil Mediasi
Dihubungi melalui sambungan telepon, Yas’a, orang tua Intan Agustiani mengatakan, kejadian Sabtu lalu di sekolah merupakan sebuah musibah yang tentu tidak diinginkan oleh semua orang. Dirinya mengaku, sangat mengapresiasi kesigapan petugas medis, pihak sekolah, kepolisian dan lainnya dalam melakukan penanganan saat dan setelah kejadian.
“Saat ini luka yang dialami Intan masih pendarahan, namun kondisinya mulai membaik. Tadi siang juga sudah ada dari pihak sekolah Dinas Pendidikan, dan sore hari Ibu Bupati (Raden Dewi Setiani, red) yang menjenguk, kami sangat berterima kasih atas dukungan dan bantuannya,” tukasnya.
Dirinya juga menerima hasil kesepakatan terutama soal tanggung jawab biaya pengobatan anaknya serta korban lainnya. Bahkan ia juga diminta oleh RSUD Berkah untuk selalu berkoordinasi terkait dengan perawatan anaknya. Menurutnya, penyelesaian masalah melalui musyawarah jauh lebih bijak dibanding cara lain.
“Kami menerima hasil kesepakatan itu, ini tentu musibah yang tidak semua orang harapkan. Alhamdulillah kami juga berterima kasih atas bantuan semuanya dan masalah ini bisa diselesaikan secara musyawarah,” bebernya.(*)
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


