TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Anggota Dewan Dari Serpong Utara Gagas Gerakan Sampah Jadi Rupiah

Reporter & Editor : Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 07:10 WIB
PILAH SAMPAH. Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi Partai Gerindra, Edi Mamat, menggagas sebuah gerakan berbasis lingkungan dan ekonomi bertajuk “Sampah Jadi Rupiah”.
PILAH SAMPAH. Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi Partai Gerindra, Edi Mamat, menggagas sebuah gerakan berbasis lingkungan dan ekonomi bertajuk “Sampah Jadi Rupiah”.

SERPONG UTARA-Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi Partai Gerindra, Edi Mamat menggagas sebuah gerakan berbasis lingkungan dan ekonomi bertajuk “Sampah Jadi Rupiah”. Program ini diinisiasi sebagai upaya nyata untuk menekan produksi sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

 

Gerakan tersebut menyasar warga di wilayah Kecamatan Serpong Utara. Melalui program ini, Edi Mamat mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, khususnya sampah yang memiliki nilai ekonomis dan dapat didaur ulang.

 

 Menurut Edi, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan peran aktif masyarakat agar pengurangan volume sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

 “Gerakan Sampah Jadi Rupiah ini merupakan upaya nyata dalam mengurangi produksi sampah,” ujar Edi Mamat saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).

 

 Ia menjelaskan, dalam program tersebut warga akan diajak untuk mengumpulkan sampah-sampah seperti plastik, kertas, dan jenis limbah lain yang masih memiliki nilai jual. Sampah yang telah dipilah kemudian disetorkan untuk diolah dan dimanfaatkan kembali.

 

 Menariknya, setiap sampah yang disetorkan warga akan dikonversi ke dalam nilai rupiah. Untuk menjaga transparansi, setiap peserta program akan dibekali buku tabungan khusus.

 

 “Setiap sampah yang disetorkan akan dikonversi ke dalam rupiah dan dicatat di buku tabungan masing-masing warga,” jelasnya.

 

 Edi menambahkan, sistem tabungan ini diharapkan dapat mendorong konsistensi warga dalam memilah dan mengelola sampah. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan peluang.

 

 Menurutnya, manfaat dari gerakan ini tidak hanya dirasakan dari sisi kebersihan lingkungan, tetapi juga dari sisi ekonomi keluarga. Hasil pengelolaan sampah dapat dimanfaatkan sebagai tambahan penghasilan atau tabungan rumah tangga.

 

 “Sampah yang dikelola dengan baik bisa menjadi tabungan dan membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga,” kata Edi.

 

Edi mengajak seluruh masyarakat Serpong Utara untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut. Ia menilai keterlibatan warga menjadi kunci utama keberhasilan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

 

 Edi juga menilai bahwa budaya menabung melalui sampah merupakan langkah sederhana yang bisa memberikan dampak besar, baik bagi kesejahteraan warga maupun bagi kelestarian lingkungan.

 

 Selain itu, Gerakan Sampah Jadi Rupiah dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

 

 “Gerakan ini sejalan dengan visi Partai Gerindra dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” tandas Edi Mamat.

 

 Melalui program ini, Edi berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat terus tumbuh, sehingga tercipta budaya baru yang lebih peduli lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit