Sungai Jaletreng Diduga Tercemar Imbas Kebakaran Gudang Kimia
Ikan-ikan Mati, Air Keluarkan Bau Kimia Menyengat
SERPONG - Aliran Sungai Jeletreng diduga tercemar. Pencemaran tersebut diduga berasal dari imbas kebakaran gudang kimia di kawasan Tekno, Setu, Senin (9/2) dini hari.
Imbas pencemaran ini menimbulkan fenomena aneh, air sungai berubah menjadi berwarna putih di pagi hari. Kejadian itu pun sontak membuat warga heboh.
Selain mengubah warna, dugaan pencemaran itu kian menguat dengan terciumnya aroma menyengat dari sungai.
Saat Tangsel Pos menyusuri aliran sungai Jaletreng, sekitar pukul 13.24 WIB warna aliran sungai sudah normal kembali. Warna putih yang sempat membuat heboh masyarakat sudah tak terlihat.
Namun, bau menyengat masih tercium di sekitar lokasi. Bau tersebut menyerupai aroma minyak tanah yang menyengat.
"Ini masih bau, kaya bau minyak tanah atau apa lah gitu," kata Tri saat dijumpai di lokasi.
Sementara itu saat ditelusuri lebih lanjut, bau tersebut juga masih tercium hingga sejauh beberapa kilometer.
Selain bau menyengat, ikan-ikan di kali tersebut juga mati. Seperti ikan nila, atau bahkan ikan sapu-sapu yang dikenal kuat juga ikut mati.
Saat mengikuti aliran sungai hingga ke Jalan Salem 3, seorang warga, Romo menuturkan bahwa kejadian ini terjadi sejak subuh.
"Jam 5 (pagi) lah. Bau yang menyengat ini sampai ke (permukiman warga) atas itu. Nyampe itu ke rumah warga yang di atas. 100 meter lah nyampe," tuturnya.
Ia menceritakan bahwa awalnya warga terkejut, aliran sungai berubah menjadi putih. Lalu mengeluarkan aroma menyengat.
"Kaya cat lah seperti itu. Terus bau, kaya sekarang saja menyengat begini," kata Romo.
Tak lama berselang, kata Romo, semua ikan mati tak tersisa. Hal itu membuat warga risau, mengingat banyak warga yang kerap mengandalkan aliran tersebut untuk mencari ikan sebagai lauk makan.
"Mati semua, habis semua. Pokoknya kandas lah ini. Biasanya kan suka ada yang mancing. Tapi kalau begini jadi takut," kata Romo.
Sementara itu saat dikonfirmasi, tim Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Hadiman menyatakan, dugaan pencemaran ini berasal dari peristiwa kebakaran yang sebelumnya terjadi melanda salah satu bangunan gudang kimia di wilayah Tekno.
Kendati demikian, hasil resminya belum dapat disampaikan. Karena harus melewati uji laboratorium terlebih dahulu.
"Iya kami sudah ke lapangan dan memang dugaan sementara dari pabrik yang kebakaran di taman tekno. Terkait kejelasannya nanti memunggu hasil laboratorium di 12 hari kerja," paparnya.
Sementara terpisah, Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengambil ikan-ikan yang mati di sungai tersebut.
"Sebab khawatir terkontaminasi cairan kimia dan menyebabkan keracunan. Selain itu kami mengimbau juga kepada masyarakat agar tidak menggunakan air sungai untuk berbagai macam keperluan, seperti MCK atau lainnya," pungkasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 5 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu









